pembangunan di Inhil lewat Program DMIJ dan IKK untuk pemerataan pembangunan



Bupati HM Wardan menyampaikan sambutan. (Foto:Diskominfo)

INDRAGIRI HILIR-Untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di kawasan pedesaan dan perkotaan, Bupati HM Wardan menerapkan 2 program sekaligus, yakni program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) dan program Infrastruktur Ibukota Kecamatan (IKK).

"Kedua program tersebut sudah berjalan beberapa tahun belakangan. Kedua program itu terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat. Mereka kini sudah dapat menikmati akses jalan yang baik tanpa ada hambatan," kata HM Wardan dihadapan puluhan jamaah salat Tarawih di Surau Darussalam, Jalan Pelajar, Tembilahan Hulu, Rabu (7/6/2017) malam.
 
 
Bupati HM Wardan menjelaskan tentang program DMIJ dan IKK. (Foto:Diskominfo) 
 
Namun bagi masyarakat yang belum dapat merasakan pembangunan, seperti kelancaran akses transportasi di wilayahnya, Wardan mengharapkan kesabaran masyarakat dalam menantikan berjalannya proses pembangunan. Sebab, menurutnya, pelaksanaan pembangunan tidak bisa serta merta dilaksanakan tanpa melewati tahapan proses.

"Butuh waktu, butuh dana anggaran yang tidak sedikit. Dan kita (Kabupaten Inhil, red) tidak memiliki dana anggaran yang besar. Apalagi, Kabupaten Inhil yang akan dibangun ini merupakan Kabupaten terluas se - Provinsi Riau," urainya.

Dalam pelaksanaan pembangunan, Wardan membeberkan, ketersediaan dana anggaran melalui APBD Kabupaten Inhil saat ini, tidak memadai untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan akan pembangunan di 20 kecamatan di Kabupaten Inhil.
 
 
Masyarakat tampak antusias mendengarkan penjelasan Bupati HM Wardan tentang program pemkab. (Foto:Diskominfo) 
 
"Untuk itu, saya beserta jajaran saya di Pemerintahan Kabupaten Inhil, harus terlebih dahulu mencarikan sumber pembiayaan pembangunan lainnya. Misalnya saja, sumber yang berasal dari APBN ataupun APBD Provinsi Riau. Ini juga tidak bisa secara instan kita peroleh," katanya.

Disamping itu, tahapan dalam proses pembangunan secara periodik harus lebih dulu dimulai dari kalangan masyarakat pada tataran perdesaan maupun Kelurahan hingga sampai ke tingkat Kabupaten. Untuk itu, lanjutnya, memerlukan waktu yang tidak sebentar guna merealisasikan cita-cita pembangunan masyarakat.

"Instrumen yang digunakan adalah Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). Sebagaimana yang kita kenal pada tingkat desa adalah Musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa). Yang mana, dalam implementasinya, penggunaan instrumen ini merupakan satu-satunya jalan untuk mengakomodir aspirasi pembangunan yang berasal dari masyarakat itu sendiri," tukasnya.
 
 
Bupati HM Wardan menjelaskan kalau pembangunan tidak bisa dilaksanakan dalam waktu singkat. (Foto:Diskominfo) 
 
Maka itu, Wardan kembali menegaskan, pembangunan tidak dapat dilaksanakan dalam waktu singkat. Terlebih, dengan kapasitas keuangan daerah yang terbatas. Namun, Bupati Wardan tetap optimistis, kedepan, seluruh kawasan Inhil akan dapat tersentuh pembangunan yang terus digesa pemkab.

"Secara bertahap, pembangunan akan menyentuh seluruh daerah di Inhil. Sampai saat ini saya beserta jajaran di pemkab tengah berupaya semaksimal mungkin untuk menggesa pembangunan yang merata di setiap kawasan," ujarnya. ()
 
 
Bupati HM Wardan menjelaskan kalau pemkab tengah menggesa pemerataan pembangunan di Inhil. (Foto:Diskominfo) 
 
 
Bupati HM Wardan memberikan bantuan pemkab untuk pembangunan Surau Darussalam. (Foto:Diskominfo) 

Author: