• Home
  • Daerah
  • Ibu yang Seret Anaknya dengan Sepeda Motor Diduga Depresi
Sabtu, 10 Februari 2018 | 18:08:49

Ibu yang Seret Anaknya dengan Sepeda Motor Diduga Depresi

Pesisirnews.com - Santi (35), seorang ibu di Dukuh Balong, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, menyeret anak perempuannya dengan sepeda motor hingga sejauh 300 meter.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Suardi Jumaing mengatakan, sang ibu diduga mengalami depresi.

"Berdasarkan keterangan dari saksi tetangga dan orangtua pelaku bahwa yang bersangkutan mengalami sakit jiwa," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (9/2/2018).

Kejadian memilukan itu terjadi pada Kamis (8/2/2018) sekitar pukul 17.30 WIB. Akibat peristiwa itu, si anak tersebut mengalami trauma dan kedua lututnya luka.

Pasca-kejadian itu, korban dan pelaku dirawat di rumah sakit di Klaten. Motif pelaku masih diselidiki.

"Kami belum mengetahui motif pelaku menyeret putrinya. Kami masih mendalami karena yang bersangkutan masih dirawat di rumah sakit," ungkap dia.

Kapolsek Wedi AKP Sunarso menambahkan, video yang viral setelah diunggah di akun media Facebook milik Yuni Rusmini itu menunjukkan bahwa sang ibu meninggalkan putrinya begitu saja ke arah Kawasan Wedi, Klaten, setelah menyeret putrinya.

"Pelaku mengalami stres," kata Sunarso saat dikonfirmasi.

Observasi

Hal senada juga dinyatakan Waka Polres Klaten Kompol Hari Sutanto. Menurut Hari, dari keterangan beberapa saksi, termasuk sang suami, pelaku memang mengalami deperesi.

"Warga yang mengetahui kejadian itu berusaha menghalangi dan menghentikan laju sepeda motornya. Tetapi ibu korban malah menancap gas sepeda motor anaknya ditinggal begitu saja sehingga dapat segera diselematkan," katanya.

Hingga saat ini, Santi masih menjalani perawatan dan observasi di RSJD Dr Soedjarwadi Klaten untuk memastikan pelaku mengalami gangguan kejiwaan atau depresi.

"Pelaku sementara masih dalam tahap pemeriksaan observasi di RSJD Dr Soedjarwadi, apakah benar pelaku ini gila atau depresi dari keterangan dokter ahli nanti sehingga kami belum bisa memintai keterangan pelaku," tutur Hari.


Sumber Kompas.com 



BERITA LAINNYA
Ribuan Masyarakat Kota Padang Long March Tolak LGBT
Minggu, 18 November 2018 | 15:23:56
99 kiai dari berbagai daerah akan hadir di halaqah II
Rabu, 14 November 2018 | 10:31:01
Amukan Babi Hutan Seorang Petani Tewas
Selasa, 13 November 2018 | 08:43:04
BERIKAN KOMENTAR