Kamis, 15 Februari 2018 | 08:30:47

Heboh! Waria Gunduli Rambut Satpol PP

Banjarmasin, Pesisirnews.com - Komunitas transpuan (waria) Paris Barantai ramai-ramai menyambangi markas Satpol PP di Jalan KS Tubun, Banjarmasin, Kalsel, Rabu (14/2) pagi.

Kedatangan mereka bikin heboh markas petugas penegak perda itu.

Jangan keburu salah paham, tak ada insiden apa pun. Tujuan kunjungan adalah bakti sosial, dalam bentuk pangkas rambut bagi personel Satpol PP cowok dan tata rias untuk personel cewek.

Semuanya gratis, alias tidak dipungut bayaran. Dengan bersemangat, para transpuan ini menjinjing semua perkakasnya. Dari pencukur elektrik, gunting, hingga kotak make up berukuran besar.

"Rugi kalau tidak ikut. Mereka ini para profesional. Kalau cukur di salon mereka mesti bayar Rp20 ribu. Kalau mau ikut kelas tata rias mesti bayar Rp350 ribu. Nah, khusus hari ini kami gratiskan buat membantu mas dan mbak di Satpol PP," kata Lili, anggota Paris Barantai.

Kesempatan ini tak dilewatkan begitu saja. Ada Pol PP yang meminta rambut gondrongnya digunduli.

Adapula yang meminta alis yang tampak acak-acakan untuk dirapikan. Contohnya adalah Nanda, personel Pol PP cewek itu meminta alisnya dikerik.

"Terakhir kali merapikan alis pas menikah. Artinya tiga tahun silam. Sudah lama sekali," ujarnya.

Selain itu, Nanda banyak melontarkan pertanyaan. Meminta tips tata rias bagi pekerja lapangan seperti dirinya yang sering mandi keringat, terpapar panas dan debu jalanan ketika sedang bertugas.

Diminta komentar soal baksos ini, Nanda tampak antusias. Bahkan meminta Paris Barantai sering-sering datang ke Satpol PP. "Biar semua anggota Pol PP perempuan kami tambah cantik," imbuhnya tertawa.

Acara ini menjadi unik karena lazimnya Satpol PP tak pernah punya hubungan baik dengan kaum transpuan. Saat razia, ketemu transpuan pasti diuber-uber. Apakah yang sedang ngamen atau menjajakan diri di jalan.

"Satpol PP kan rawan bentrok dengan kaum waria. Dari baksos ini kami ingin membangun hubungan baik," ungkap Pengelola Program Peduli PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Kalsel, Ahmad Bukhari.

Tentu Bukhari tak meminta keistimewaan. Transpuan tetap lah warga negara biasa yang harus menaati aturan pemerintah.

"Jika ada waria yang melanggar perda, silakan ditertibkan. Kami justru mendukung Satpol PP dalam masalah ini," tegasnya.

Sementara itu, Kabid Damkar Satpol PP Banjarmasin, Didiet Haryadi mengaku berterima kasih atas kunjungan Paris Barantai dan PKBI.

"Ketika Satpol PP, Linmas atau Damkar turun ke lapangan, harus tampil rapi dan menarik. Jangan sangar-sangar. Baksos ini membantu memperbaiki penampilan kawan-kawan," ujarnya.

Disebutkan Didiet, ini merupakan kunjungan perdana. "Soal gratis, nilai uangnya sebenarnya tak seberapa. Tapi bukan nilai rupiahnya yang kami pikirkan. Melainkan kepedulian kawan-kawan waria kepada petugas," pungkasnya. 

Sumber jpnn.com 



BERITA LAINNYA
Juru Kunci sebut Gunung Merapi hanya batuk
Jumat, 11 Mei 2018 | 18:20:56
BERIKAN KOMENTAR