• Home
  • Daerah
  • Resahkan Warga, Seekor Anak Harimau Sumatera Masuk Perangkap
Minggu, 15 April 2018 | 20:40:28

Resahkan Warga, Seekor Anak Harimau Sumatera Masuk Perangkap

Jawapos.com
Upaya petugas memasang perangkap harimau Sumatera yang beberapa hari meresahkan warga akhirnya membuahkan hasil. (Istimewa)

Pesisirnews.com - Upaya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) memasang perangkap harimau Sumatera yang beberapa hari belakangan meresahkan masyarakat  Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam akhirnya membuahkan hasil.

Sabtu (14/4) sore, seekor anak harimau berhasil masuk kerangkeng besi yang dipasang petugas BKSD Resort Bukittinggi sejak tiga hari belakangan.

Kepala BKSDA Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Sumbar, Erly Sukrismanto mengatakan, dugaan sementara, anak harimau Sumatera itu berjenis kelamin betina dengan usia yang diperkirakan baru 2 tahun dengan berat mencapai 60 hingga 70 kg.

Kepala BKSDA Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Sumbar, Erly Sukrismanto

Kepala BKSDA Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Sumbar, Erly Sukrismanto (Istimewa)

"Anak harimaunya sehat. Tapi, mungkin sejak masuk kerangkeng agak mulai stress," terangnya saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (15/4).

Menurut Erly, dari keterangan dokter tim penyelamatan satwa liar BKSDA Sumbar, sepintas tidak ditemukan luka pada tubuh harimau. Apalagi, harimau tersebut juga tidak menggigit kerangkeng besi petugas BKSDA.

"Rencananya, sebelum di evakuasi nanti, tim dokter terlebih dulu memberikan obat penenang. Sehingga, harimau tidak mengamuk saat di angkut," kata dia.

Dari informasi masyarakat, ada dua ekor harimau Sumatera lagi yang dicurigai masih berputar-putar di kawasan hutan di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam. "Masyarakat mengaku sudah sangat resah. Katanya, ada tiga ekor. Satu tertangkap, dua ekor lagi belum," katanya.

Kendati telah masuk perangkap, anak harimau tersebut belum akan dievakuasi pihak BKSDA Sumbar. Namun, justru dibiarkan di dalam kerangkeng hingga dua atau tiga hari kedepan. Hal ini untuk menghindari amukan induk harimau yang diduga masih berkeliaran bersama seekor harimau lainnya di sekitar lokasi.

"Kita pastikan menambah dua kerangkeng lagi. Kalau anak harimau ini langsung kita bawa, dikhawatirkan induknya mengamuk dan tentunya mengancam ketentraman masyarakat," jelas Erly.

"Kita berharap, kerangkeng ini bisa menangkap dua ekor harimau lagi. Sehingga, sekaligus kita bawa untuk evakuasi. Tapi, kalau dalam dua hari kedepan tidak juga dapat, anak harimau ini segera kita evakuasi," tambahnya lagi.

Selain itu, BKSDA Sumbar juga berharap pada pemerintah setempat, termasuk instansi Polri, dapat mensterilkan lokasi tempat anak harimau di kerangkeng. Hal ini untuk menghindari, agar harimau tersebut tidak stres melihat manusia.

"Kami juga harapkan masyarakat tenang dan tidak terpancing melakukan aksi main hakim sendiri," katanya.

Kemana harimau itu sendiri akan dievakuasi, lanjut Erly, nantinya ada dua opsi. Diantaranya, ke Taman Marga Satwa Kinantan (TMSBK) Bukittinggi atau ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD).

Sebelumnya, harimau Sumatera yang berkeliaran di kawasan hutan Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah diinformasikan sempat memangsa 7 ekor anjing milik warga setempat.

Dari catatan BKSDA, sekitar Maret 2017, harimau juga muncul di kawasan Batang Palupuah, dengan menerkam seekor anjing penduduk setempat. Lalu, Juli 2017, harimau itu berpindah ke kawasan Jorong Sitingkai di Kecamatan Palupuah, yang juga menerkam 5 ekor anjing dan 1 ekor kerbau.


Sumber Jawapos.com 



BERITA LAINNYA
Kebakaran, Lansia Tewas Terpanggang di Rumah
Sabtu, 14 Juli 2018 | 10:41:11
BERIKAN KOMENTAR