• Home
  • Daerah
  • Foto-foto Nelayan Temukan Ikan Duyung Kondisi Mati di Sungai, Kenapa Bukan di Laut Lepas?
Sabtu, 8 September 2018 | 19:38:41

Foto-foto Nelayan Temukan Ikan Duyung Kondisi Mati di Sungai, Kenapa Bukan di Laut Lepas?

Nelayan di Kabupaten Bengkalis,Riau, temukan ikan duyung (dugong) dalam kondisi mati. - Tribunpekanbaru.com/istimewa

Pesisirnews.com - Seekor Dugong atau yang juga disebut Ikan Duyung ditemukan nelayan di Rupat Utara, tepatnya di Sungai Simpur, Desa Suka Damai, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Penemuan Dugong, mamalia laut yang dilindungi itu pada Selasa (4/9/2018). 

Duyung, mamalia laut yang menyusui anaknya dan masih merupakan kerabat evolusi dari gajah yang bisa ditemukan di kawasan perairan Indo-Pasifik, walaupun kebanyakan duyung tinggal di kawasan timur Indonesia dan perairan utara Australia.

Duyung salah satu anggota Sirenia atau lembu laut yang masih bertahan hidup mampu mencapai usia 22 hingga 25 tahun.

Ikan Duyung ini memiliki karakter pemalu dan menghindari bertemu manusia.

Penemuan Dugong ini merupakan yang kedua kalinya.

Temuan dugong (Ikan duyung) dalam kondisi mati. Tribunpekanbaru.com/ist

Sebelumnya pada 29 September 2017 lalu masyarakat juga menemukan duyung di Simpur, Desa Suka Damai.

Penyuluh budidaya perikanan dari Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis Abdul Kadir mengungkapkan, keberadaan Dugong ini pertama kali diketahui oleh nelayan Desa Suka Damai Rupat Utara.

Para nelayan langsung menghubungi pihak Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis.

"Dapat informasi ini kita bersama tim dari UPT Perikanan Rupat Utara menuju lokasi penemuan untuk memastikan kebenarannya," kata Abdul Kadir, Jumat (7/9/2018) pagi.

"Saat sampai di lokasi penemuan Dugong ini sudah dalam kondisi mati. Kemudian kami bawa ke darat melakukan pengukuran sebelum di kuburkan," tambahnya.

Dari pengamatan awal yang dilakukan oleh tim dari UPTD Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis, kondisi bangkai dugong saat itu sudah mulai membengkak dan kulitnya mengelupas.

Dari tubuhnya mengeluarkan cairan dan berbau. 

"Total panjang dugong dari kepala hingga ekor 241 cm. Sudah mau dewasa. Jenis kelaminnya betina." kata Juraij, tenaga ahli dugong dari Yayasan Lamun Indonesia (LAMINA) dan Dugong Seagrass Conservation Project (DSCP) setelah mendapat laporan morfometrik dari tim UPTD Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis. 

Temuan dugong (Ikan duyung) dalam kondisi mati. Tribunpekanbaru.com/ist

Kemudian, seorang nelayan yang bernama Suryanto menjelaskan ciri-ciri satwa yang ia temukan sore.

"Saat ditemukan, kulitnya berwarna putih, mukanya mirip lembu, ada rambut-rambut pendek seperti duri di mulutnya. Saat dibalik, punggungnya tidak bersirip seperti ikan. Kulitnya tidak ada luka." tutur Suryanto dikutip dari TribunPekanbaru.com. 

Menurut Abdul Kadir, Dugong ini seharusnya berada di laut lepas.

Tepatnya di perairan dalam, dan tidak di sungai seperti ditemukan tersebut.

"Kemungkinan hewan ini masuk ke sungai karena terjadi pasang air laut, dan akhir tewas di perairan sungai tersebut," ujarnya.

Dugong memiliki makanan kesukaan yakni lamun (seagrass).

Lamun sebagai salah satu sumber makanan yang paling disukainya.

Di kawasan Rupat Utara memang ada ditumbuhi oleh Lamun kesukaan satwa dilindungi tersebut. 


Sumber Tribun-Medan.com 



BERITA LAINNYA
Ribuan Masyarakat Kota Padang Long March Tolak LGBT
Minggu, 18 November 2018 | 15:23:56
99 kiai dari berbagai daerah akan hadir di halaqah II
Rabu, 14 November 2018 | 10:31:01
Amukan Babi Hutan Seorang Petani Tewas
Selasa, 13 November 2018 | 08:43:04
BERIKAN KOMENTAR