• Home
  • Daerah
  • Bayi Terlahir dengan Hanya Mata Satu di Kening Itu Meninggal
Jumat, 14 September 2018 | 13:54:48

Bayi Terlahir dengan Hanya Mata Satu di Kening Itu Meninggal

Jpnn.com

Pesisirnews.com - Bayi perempuan yang baru lahir dengan hanya mata satu di kening dan tanpa hidung di Rumah Sakit Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, tidak bertahan hidup.

Bayi itu meninggal tujuh jam setelah dilahirkan melalui proses persalinan caecar.

Bayi yang lahir pada Kamis (13/9) sekitar pukul 15.30 WIB di RSUD Panyabungan Kota meninggal sekira pukul 22.55 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan Media dr Syarifuddin Nasution membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan kondisi sang bayi memang sangat memprihatinkan.

"Iya benar sudah meninggal. Tidak bertahan lama. Karena kondisi kesehatannya memang tidak baik," katanya, Jumat (14/9/2018).

Syarifuddin menjelaskan pihak rumah sakit sudah mencoba semaksimal mungkin menangani bayi itu.

"Setiap 15 menit sekali selalu dilakukan pengecekan. Selama di rumah sakit, dia juga dipasangi alat bantu pernafasan. Itupun harus lewat mulut. Karena bayi itu terlahir tanpa hidung," sebut Syarifuddin.

Saat lahir, kondisi badan bayi sudah membiru. Bahkan dia tidak mengeluarkan tangisan sama sekali. Selain itu denyut jantungnya sangat lemah.

"Di bawah 100 beats per minute yang merupakan angka normal. Dokter juga tampaknya sudah memperkirakannya. Karena dalam beberapa kasus, bayi bermata satu hanya bisa bertahan beberapa jam saja," terangnya.

Sampai saat ini, belum ada dugaan pasti terkait penyebab sang bayi terlahir dengan satu mata. Namun Syarifuddin menuga kuat karena pengaruh obat-obatan dan virus rubella.

Perawat bersama bayi mungil yang lahir tidak normal dengan mata satu. Foto : istimewa for pojoksatu

"Kita kuatnya disitu. Namun sampai saat ini ibunya belum bisa dimintai keterangan. Jawabannya masih linglung. Mungkin masih syok," ungkapnya.

Orang tua sang bayi merupakan perantauan dari Pulau Jawa. Saat ini mereka tinggal di kawasan Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal. Orangtua diketahui bekerja di sebuah tambang yang diduga ilegal. 


Sumber Jpnn.com 



BERITA LAINNYA
Ribuan Masyarakat Kota Padang Long March Tolak LGBT
Minggu, 18 November 2018 | 15:23:56
99 kiai dari berbagai daerah akan hadir di halaqah II
Rabu, 14 November 2018 | 10:31:01
Amukan Babi Hutan Seorang Petani Tewas
Selasa, 13 November 2018 | 08:43:04
BERIKAN KOMENTAR