• Home
  • Daerah
  • Tetangga Ungkap Kondisi Tubuh Model Cantik Rini Puspitawati Sehari Sebelum Meninggal
Senin, 22 Oktober 2018 | 20:08:19

Tetangga Ungkap Kondisi Tubuh Model Cantik Rini Puspitawati Sehari Sebelum Meninggal

Surya/Tribunjateng.com

Pesisirnews.com - Media sosial sempat ramai membicarakan kecelakaan yang terjadi baru-baru ini.

Kecelakaan tersebut terjadi di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada Sabtu (13/10/2018).

Kecelakaan ini dinilai mengerikan oleh sebagian besar netizen.

Kronologi yang terjadi adalah saat sebuah mobil bermerek Honda CR-V mengalami kecelakaan tragis di jurang sedalam 200 meter.

Pengemudinya adalah seorang yang diketahui bernama Rini Puspitawati (26) dan teman prianya Ragil Supriyanto (34).

Rini adalah model sekaligus pemandu lagu asal Desa Semen, Kecamtan Paron, Kabupaten Ngawi.

Sementara, teman prianya berasal dari Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Blora, Jawa Tengah saat kejadian langsung tewas.

Rini Puspitawati sendiri selamat, namun ia sempat dalam keadaan kritis.

Sebelumnya, mobil CR-V yang dikemudikan oleh Rini terguling sampai empat kali sebelum mendarat di lahan pertanian milik warga setempat ? kondisi mobilnya pun rusak parah.

Mengutip Surya.co.id, Minggu (14/10/2018), saksi mata, Suratno mengatakan mobil CR-V berwarna putih itu berbelok tajam dan menghantam tumpukan batu.

Mobil terpental dan terjun bebas ke arah pertanian warga.

Sejumlah warga lantas mendekati mobil untuk memberikan pertolongan.

"Warga berusaha mencongkel mobil pakai linggis, sampai 4 linggis bengkok untuk menolong penumpang," kata Suratno.

Setelah memakan waktu 20 menit untuk menyelamatkan Rini yang terjepit, warga menemukan Ragil agak jauh dari mobil sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Baik Rini maupun Ragil lantas dievakuasi ke RSUD dr. Sayidiman, Magetan.

Rini yang kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedono, Madiun, saat itu dilaporkan kondisinya semain membaik dan tengah menjalani pemulihan.

Kemudian, Senin (15/10/2018), Rini menjalani operasi untuk mengambil cairan yang masuk ke paru-parunya.

Saat itu, kakak kandung korban, Wiwik, mengatakan bahwa kondisi Rini berangsur membaik.

Meski begitu, ia masih tak sadarkan diri dan masih dirawat di ruang ICU RSUD dr. Soedono, Kota Madiun.

Hanya pihak keluarga yang diperbolehkan masuk untuk melihat kondisinya di ruang ICU.

Wiwik mengaku cukup was-was akan kondisi adiknya.

Foto-foto kondisi Rini penuh luka saat kecelakaan pun beredar dan membuat pihak keluarga cukup khawatir.

"Takut lihat gambar, berita-berita bohong, kan bikin saya kesal, bikin emosi," kata Wiwik saat dimintai keterangan Surya.co.id di RSUD dr. Soedono.

Rini Meninggal Dunia

Sempat menjalani tindakan medis pada Senin hingga Jumat malam (19/10/2018), Rini akhirnya meninggal dunia.

Diawali dengan keterangan dari kerabat korban pada Jumat (19/11/2018) malam, kondisi Rini mengalami koma.

Kemudian akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (20/10/2018) pagi sekitar pukul 09.55 WIB.

Kabar meninggalnya Rini atau yang dikenal dengan nama Rindu dibenarkan oleh tetangga korban Suhardi atau yang akrab dipanggil Parli.

"Iya betul, saat ini masih dikremasi. Keluarga masih menunggu," kata Parli pada TribunJatim.com.

Cerita Keluarga Rini Puspitawati

Sebelum meninggal dunia, Rini atau yang biasa disapa Rindu pada Kamis (18/10) hingga Jumat (19/10) lewat media sosial ramai dikabarkan sudah meninggal dunia.

Padahal ia dinyatakan meninggal dunia tepat pada Sabtu (20/10) pukul 09.55 WIB.

Kala itu, kabar ini sempat meresahkan kakak korban Wiwik (33).

"Iya saya juga mendengar, itu berita bohong, mbak Rini baik-baik saja. Kondisinya sudah stabil cuma belum sadar," kata Wiwik pada Rabu (17/10/2018) siang.

Dia mengatakan, pada hari saat terjadinya kecelakaan, banyak tetangganya yang datang ke rumah untuk melayat.

Para tetangga di sekitar rumahnya, mendapat kabar dari media sosial bahwa Rini sudah meninggal dunia.

"Tetangga tahunya juga tahu dari media sosial. Malam hari waktu kejadian, rumah saya penuh dengan tetangga mau melayat, padahal Rini masih hidup."

"Sudah, akhirnya setelah dijelaskan pulang semua, tapi keesokan harinya kembali lagi. Pagi harinya sudah banyak orang berdatangan untuk melayat, padahal keluarga sedang menjaga Rini di rumah sakit."

Rini Puspitawati
Rini Puspitawati (facebook/rindu puspita)

"Tidak ada pihak keluarga yang mengatakan Rini sudah meninggal, tapi di rumah sudah banyak orang, sudah geger. Nggak tahu dapat kabar dari mana," katanya pada TribunJatim.com.

Kondisi Tubuh Rini Sehari Sebelum Meninggal

Keluarga menjaga Rini mulai dari awal ia dilarikan ke RSUD dr.Soedono.

Mereka mengatakan bahwa Rini saat itu mulai stabil dan bahkan membaik pasca dilakukan operasi.

Bahkan, kakak Rini, Wiwik (33) mengatakan adiknya dapat merespons ketika tangannya dipegang, dan ketika namanya dipanggil.

Hal yang tidak sama disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Medik, dr.Sjaiful.

Ia mengatakan saat tiba dari kecelakaan kondisinya sudah sangat parah.

"Enggak dioperasi, sejak datang, kondisinya sangat buruk sekali, kondisi sangat buruk karena membutuhkan alat bantu ventilator (alat bantu pernafasan). Jadi bukan dioperasi, hanya tindakan membantu supaya kalau ada darah atau cairan di paru-paru, supaya paru-paru dapat berkembang," kata dr.Sjaiful pada TribunJatim.com.

Dia mengatakan, sejak korban tidak sadarkan diri karena mengalami multiple organ failure (MOF), yang kemungkinan disebabkan benturan keras pada saat terjadi kecelakaan.

"Dari awal, kondisinya semakin turun bukan membaik. Dari awal sudah tidak bisa di apa-apain, untuk pemeriksaan scan juga sudah tidak memungkinkan," katanya pada TribunJatim.com.

Sementara penyebab kematian Rini diduga disebabkan karena mati batang otak.

Tetapi, tetangga korban Suhardi atau yang disapa Parli, juga mengatakan menurut keluarga korban, Rini sempat merespons ketika dicubit.

"Iya betul, kemarin sempat dicubit terasa, tapi akhirnya koma lagi. Tadi malam sudah koma, sama keluarga dibacakan surat yasin," katanya pada TribunJatim.com.

Parli menambahkan, rencananya Rini akan dimakamkan di Dusun Gebang Sewu, Desa Semen, Kecamatan Paron, Ngawi. 


Sumber Tribun jateng 



BERITA LAINNYA
Ribuan Masyarakat Kota Padang Long March Tolak LGBT
Minggu, 18 November 2018 | 15:23:56
99 kiai dari berbagai daerah akan hadir di halaqah II
Rabu, 14 November 2018 | 10:31:01
Amukan Babi Hutan Seorang Petani Tewas
Selasa, 13 November 2018 | 08:43:04
BERIKAN KOMENTAR