• Home
  • Ekbis
  • Mengintip Kampung Nelayan Kuala Tungkal
Jumat, 14 Juli 2017 | 18:18:29

Mengintip Kampung Nelayan Kuala Tungkal

Kuala Tungkal.
Sejumlah ibu-ibu di Parit 5 Kampung Nelayan Kuala Tungkal memilih hasil tangkapan para nelayan berupa udang dan ikan segar. Mereka mencari udang ikan segar yang masih baru dan baik, sebelum dipasarkan ke beberapa wilayah baik luar negeri maupun dalam negeri.

Sebagaimana diketahui, pemasaran hasil tangkapan para nelayan ini merambah sejumlah wilayah seperti Batam Kepulauan Riau dan Singapura. Tampak dari pantauan Putera Riau ibu-ibu yang sedang memilah-milah hasil tangkapan para nelayan yang naik di gudang Pak Umar Naya yang kerap sehari-hari dipanggil Pak Unggal di pinggir sungai Parit Lima Kampung Nelayan.

Kelompok ibu-ibu nelayan yang terdiri dari 3-10 orang ini tampak sigap memilih hasil tangkapan laut berupa udang besar, udang kecil, udang kuning, udang tiger dan beragam jenis ikan kecil yang kemudian ditaruh di masing-masing baskom yang berbeda. Bahkan diantara mereka ada pula anak kecil yang ikut membantu ibu-ibu yang memilih udang tersebut.

"Kalau sudah musim udang seperti ini, saya sengaja datang ke tempat ini. Kebetulan tempat keluarga, dan saya bisa membantu memilih," ujar mirna warga Kelurahan Tungkal Empat Kota, Kecamatan Tungkal Ilir kepada Putera Riau.

Ia sengaja datang ke kampung nelayan untuk mencari tambahan penghasilan bagi kebutuhan rumah tangganya. Warga Kuala Tungkal termasuk tipe pekerja yang enggan menyerah pada nasib. Mereka gigih berjuang untuk mencari penghasilan pasca lebaran Idul Fitri lalu.

Senada hal itu dibenarkan oleh Umar Naya selaku pemilik gudang. "Kalau sudah musimnya udang banyak, ya seperti inilah, mulai memilih sejak udang datang selesai siang, tergantung tangkapan juga. Kalau banyak ya, agak lama kalau sedikit cepat selesai," sebutnya.

Pak Unggal menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat di daerahnya bekerja sebagai nelayan togok dan belad yang naik ke gudang miliknya. "Bahkan setelah dipilih, baru kita kocek kulitnya. Kemudian kita bekukan sekisar 100 kiloan, dan hasilnya kita kirim ke Batam bahkan ke Singapura," ujarnya. (puterariau.com).


BERITA LAINNYA
Harga Cabai Anjlok, Ini Tanggapan Kementan
Rabu, 20 September 2017 | 17:13:22
BI : Waspadai Penggesekan Ganda Saat Transaksi
Kamis, 7 September 2017 | 09:09:23
Sri Mulyani Ingin Zakat Dikelola Seperti Pajak
Kamis, 24 Agustus 2017 | 10:16:27
BERIKAN KOMENTAR