• Home
  • International
  • Ketum PBB Sekaligus Pengacara Siap untuk Menjadi Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab
Sabtu, 10 November 2018 | 00:56:01
Yusri Ihza Mahendra

Ketum PBB Sekaligus Pengacara Siap untuk Menjadi Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab

JAKARTA -- Pakar hukum, pengacara, sekaligus Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, mengaku siap menjadi kuasa hukum Rizieq Shihab yang hingga kini masih berada di Arab Saudi. Rizieq kembali menjadi buah bibir gara-gara kasus bendera hitam yang menempel di rumahnya di Mekkah.

Foto Rizieq Shihab bersama polisi Arab Saudi yang beredar di media sosial. (Twitter - @beritaA1)
Foto Rizieq Shihab bersama polisi Arab Saudi yang beredar di media sosial. (Twitter - @beritaA1)

Kami sudah menyampaikan pesan Ketua Umum PBB (Yusril) yang siap membela HR (Habib Rizieq) demi keadilan dan kepastian hukum," kata Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer, di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Sebelumnya, Rizieq didatangi aparat Kepolisian Mekkah karena kasus pemasangan bendera hitam yang mengarah pada simbol gerakan ekstremis. Bendera tersebut terpasang pada dinding bagian belakang rumah yang ditinggali Rizieq di Mekkah.

Menurut Yusril, pemerintah harus memberikan perlindungan kepada setiap warga negaranya, baik di dalam maupun di luar negeri. Menurut Kementerian Luar Negeri, Pemerintah RI telah memberikan perlindungan kepada Rizieq sebagai WNI dan mendampinginya hingga bebas.

Yusril mengaku dirinya bersama rekannya, MS Kaban, sempat mampir ke rumah Rizieq di Mekkah saat melaksanakan umrah pada 29 September 2018 hingga 6 Oktober 2018 lalu. Pertemuan terjadi pada 3 Oktober 2018. Dirinya mengaku dapat bersilahturahmi secara langsung dengan pemimpin FPI itu di rumahnya.

Kondisi rumah beliau dari kota Mekkah sekitar 15 menit perjalanan kendaraan. Sesampainya di rumah beliau, saya dan Pak Kaban memencet bel yang ada interkom videonya," katanya.

Ketika sampai di kediaman RS, dirinya juga sempat memperhatikan suasana di sekitar rumah. Dalam pengamatannya, sama sekali tidak ada pemasangan bendera atau spanduk spanduk tauhid.

"Makanya ketika ada berita bendera tauhid di pagar rumah beliau, saya jadi ingat berita bahwa HRS dikerjain lagi. Saya sebagai Sekjen PBB mengimbau agar pihak manapun setop kriminalisasi kepada semua warganya," katanya.(solopos.com)



BERITA LAINNYA
Digigit Python di Toilet, Pria Ini Diberi 15 Jahitan
Rabu, 14 November 2018 | 09:55:26
Menguak Misteri Cara Saudi Hilangkan Jasad Khashoggi
Selasa, 13 November 2018 | 09:03:52
BERIKAN KOMENTAR