Minggu, 21 Januari 2018 | 21:40:06

Penyanderaan hotel di Afghanistan berakhir, para pelaku tewas

Afghanistan, Pesisirnews.com - Pasukan elit Afghanistan hari ini akhirnya menyudahi perlawanan sekelompok orang bersenjata yang menyerang Hotel Intercontinental di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, dan menyandera sejumlah pegawai hotel serta tamu sejak tadi malam.

Laman Reuters melaporkan, Minggu (21/1), juru bicara Kementerian Dalam Negeri Najib Danish mengatakan pelaku terakhir berhasil ditembak mati sedangkan dua orang temannya sudah tewas lebih dulu. Sebanyak lima orang tewas dan enam luka dalam kejadian ini. Danish juga mengungkapkan ada 153 orang berhasil diselamatkan, termasuk 41 di antaranya warga asing.

Sejumlah kendaraan militer lengkap dengan senjata mesin terlihat di dekat hotel. Asap hitam juga tampak membubung dari gedung hotel.

Seorang tamu hotel mengatakan kepada kantor berita AFP, mereka bersembunyi di dalam kamar ketika penggerebekan aparat berlangsung.

"Saya tidak tahu kalau penyerang ada di dalam hotel tapi suara tembakan terdengar dekat lantai satu," kata tamu itu, seperti dilansir laman Mirror.

Pelaku diketahui sempat kontak senjata dengan aparat keamanan.

Stasiun televisi TOLO melaporkan, insiden ini terjadi sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Beberapa orang bergantungan di balkon hotel. Mereka dikatakan tamu dan pegawai hotel yang panik ingin menyelamatkan diri.

Manajer hotel Ahmad Haris Nayab yang berhasil melarikan diri tanpa terluka mengatakan para penyerang masuk ke hotel lewat dapur dan pengunjung di hotel berhamburan keluar ketika terjadi baku tembak. Dapur yang terletak di lantai tiga juga terbakar.

Kementerian Luar Negeri AS pekan ini sudah memperingatkan kemungkinan bakal ada serangan di Kabul.

"Peringatan Keamanan buat #Kabul, Afghanistan: laporan menyebut kelompok ekstrem kemungkinan merencanakan serangan ke sejumlah hotel di Kabul, seperti Hotel Baron dekat Bandara Internasional Hamid Karzai," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri AS, Kamis lalu.

Hotel Intercontinental terletak di puncak bukit termasuk dijaga ketat di Kabul setelah sempat diserang oleh militan Taliban pada 2011.

Sumber Merdeka.com



BERITA LAINNYA
Mencekam, Marinir Lucuti Senjata Ratusan Polisi
Jumat, 28 September 2018 | 11:34:08
Bayi PM Selandia Baru Hebohkan Sidang PBB
Rabu, 26 September 2018 | 09:00:18
Najib Serang Mahathir Pakai Pajak Bakpao
Rabu, 12 September 2018 | 09:23:59
BERIKAN KOMENTAR