• Home
  • Mancanegara
  • Terungkap, Ada Mata-mata Rusia Bekerja di Kedubes AS di Moskwa
Jumat, 3 Agustus 2018 | 09:15:32

Terungkap, Ada Mata-mata Rusia Bekerja di Kedubes AS di Moskwa

Pesisirnews.com - Seorang perempuan Rusia yang diduga sebagai mata-mata bekerja di kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Moskwa, selama lebih dari satu dekade.

Laporan tersebut diungkap oleh The Guardian, seperti dikutip dari CNN dan The Telegraph, Kamis (2/8/2018).

Pekerjaan perempuan tersebut di Kedubes AS memungkinkan dia mengakses materi rahasia, termasuk agenda presiden dan wakil presiden.

Kecurigaan berawal pada 2016, saat pemeriksaan regular oleh kantor keamanan regional Kementerian Luar Negeri AS.

Kantor keamanan menemukan perempuan tersebut mengadakan pertemuan rutin dan tidak resmi dengan anggota Dinas Rahasia Rusia (FSB).

"Kami menemukan mereka semua berbicara dengan FSB, tapi dia yang memberi mereka informasi lebih banyak dari yang seharusnya," kata seorang pejabat senior.

Kantor keamanan regional memperingatkan kedubes AS di Moskwa pada Januari 2017 dan perempuan itu diberhentikan musim panas lalu setelah tertangkap basah.

Kendati perempuan tersebut memiliki akses intranet dan sistem e-mail Secret Service, namun pihak terkait meyakini hal itu tidak menjadi isu keamanan nasional.

"Dia tidak punya akses informasi yang sangat rahasia," ungkap pejabat AS secara anonim.

Di sisi lain, Kemenlu AS menolak berkomentar.

"Kami tidak mengomentari tuduhan yang terkait dengan masalah intelijen atau personel, dan kami tidak memiliki informasi tentang dugaan pada insiden ini," demikian pernyataan Kemenlu AS.

Sementara itu, Secret Service mengatakan dalam sebuah pernyataan, tidak pernah ada perempuan yang berada dalam posisi pekerjaan tersebut yang bisa memperoleh rahasia keamanan nasional.

Laporan dari The Guardian tidak menyebutkan nama perempuan atau pun perannya secara spesifik.

Namun, sumber intelijen mengungkap Secret Service mencoba menyembunyikan pelanggaran yang dilakukan perempuan itu dengan memecatnya.

Manajemen senior Secret Service juga diketahui tidak melakukan penyelidikan internal untuk menilai akibat dari insiden tersebut.


Sumber Kompas.com 



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR