• Home
  • Nasional
  • Kelompok Bersenjata di Papua Tahan 1.300 Warga
Kamis, 9 November 2017 | 14:50:50

Kelompok Bersenjata di Papua Tahan 1.300 Warga

Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar((Kompas.com/Jhon Roy Purba))
JAYAPURA, pesisirnews.com — Setidaknya ada 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok bersenjata.

Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Boy Rafli Amar, Kamis (9/11/2017), saat dihubungi melalui ponselnya, menyikapi isu penyekapan terhadap ratusan warga yang tinggal di sekitar area Freeport yang dilakukan kelompok bersenjata. 

"Saat ini di Kampung Kimbely terdapat sekitar 300 warga non-Papua yang sebelumnya bekerja sebagai pendulang emas dan pedagang oleh kelompok bersenjata dilarang bepergian keluar kampung tersebut," ungkap Boy Rafli.

Di Desa Banti yang lokasinya berdekatan dengan Kampung Kimbely, lanjut dia, informasinya ada sekitar 1.000 penduduk asli setempat juga dilarang bepergian.

Baca juga: Kelompok Bersenjata Diduga Bakar Lima Kios di Tembagapura

"Diperkirakan jumlahnya mencapai 1.300 orang yang dilarang keluar dari daerah itu. Semua barang mereka juga dirampas kelompok ini. Lebih kurang seperti itu. Detail informasi yang terjadi di sana masih terus didalami," ucapnya.

Mantan Kapolda Banten itu menegaskan, saat ini Polri bersama unsur TNI berupaya melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif agar masyarakat bisa terbebas dari intimidasi dan ancaman kelompok bersenjata.

"Kalau untuk informasi disekap belum ada, hanya dilarang keluar daerah itu. Informasi sementara, kondisi masyarakat masih cukup baik. Saat ini tim satgas terpadu TNI-Polri masih melakukan upaya di lapangan," ucapnya.

https:https://youtu.be/o1DORaVxGNA

kompas.com



BERITA LAINNYA
Maklumat Disebar dari Helikopter, Minta KKB Menyerah
Selasa, 14 November 2017 | 17:07:06
Jubir JK Minta Pengacara Novanto Berhenti Ngoceh
Senin, 13 November 2017 | 11:31:20
KPK Tetapkan Setya Novanto Tersangka Lagi
Jumat, 10 November 2017 | 21:13:19
BERIKAN KOMENTAR