• Home
  • Nasional
  • Usai Video Viralnya Menyinggung TNI, Kapolres Karawang Dimutasi ke Bareskrim Mabes Polri
Sabtu, 12 Mei 2018 | 14:53:35

Usai Video Viralnya Menyinggung TNI, Kapolres Karawang Dimutasi ke Bareskrim Mabes Polri

Pesisirnews.com - AKBP Hendy F Kurniawan akhirnya dimutasi dari jabatannya sebagai Kapolres Karawang.

Hal itu berdasarkan telegram dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada 9 Mei 2018.

Ia dialih tugaskan sebagai pamen Bareskrim Mabes Polri, diarahkan pada Dittipideksus

Kapolres Karawang saat ini dipegang oleh AKBP Slamet Waloya yang sebelumnya menempati Kasubbagreners Bagren Rojianstra SSDM Polri.

Pemindahan itu setelah belum lama ini beredar video Hendy tengah mengamankan unjuk rasa di sebuah kawasan industri di Karawang.

Dalam video itu, Hendy menyinggung marinir, kopassus dan Panglima TNI.

Kabid Humas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko mengklarifikasi soal kepindahan Hendy tersebut "Iya, benar,"katanya.

Hanya saja, Truno menyangkal pemindahan Hendy dari Kapolres Karawang ada kaitannya dengan video yang viral tersebut.

"Tidak ada kaitanya, ini dinamika di tubuh Polri, jabatan itu kan amanah, bisa datang bisa pergi," katanya.

Dalam video yang menyebar itu, Hendy tampak berbicara di depan para pengunjuk rasa.

"Yang anggota marinir tunggu dulu, yang anggota umum kesini, kalau perlu saya panggil panglima kesini."

"Tidak boleh ada gaya-gaya preman disini."

"Saya Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan di sini, catat, saya bertanggung jawab, kalau ada yang tidak terima, silahkan berhadapan dengan saya, saya yang bertanggung jawab disini sebagai Kapolres Karawang, tidak boleh ada gaya-gaya preman, kalau ingin pekerjaan pengelolaan limbah, silahkan dengan cara-cara yang benar, tidak boleh pakai gaya-gaya preman, paham ya."

"Kekuatan apapun tidak boleh ada, silahkan fair, ikuti seleksi karena perusahaan ada standar pemenang limbah‎, tidak asal."

"Silahkan kalau coba gaya-gaya preman di Karawang, saya pertaruhkan jabatan saya untuk melindungi kepentingan umum."

"Apalagi ada yang marinir depan saya, harusnya taat turan, harus kendalikan masyarakat sipil karena bukan warga biasa, paham, 5 menit lagi silahkan bubar," kata Hendy dalam video itu.

Usai itu, Hendy membuat video permintaan maaf atas perkataannya yang menyinggung marinir, Kopassus dan pihak TNI pada umumnya.

"Assalamualaikum warahmatulah wabarakatuh, terkait beredarnya video saya tentang pengamanan unjuk rasa yang penyebutan oleh saya institusi marinir maupun panglima, saya dengan kerendahan hati meminta maaf yang sebesar-besarnya pada pimpinan TNI dan khususnya pada keluarga besar Korps marinir, tidak ada niatan dari kami untuk melecehkan."

"Hal tersebut karena kekhilafan kami yang tidak bisa mengontrol situasi di lapangan."

"Selanjutnya untuk oknum tersebut diproses di POM TNI. Sekali lagi, dengan hati yang tulus kami meminta maaf sebesar-besarnya."

"Salam hormat untuk senior, pimpinan TNI dan keluarga besar Korps marinir," kata Hendy.

Hendy menjabat sebagai Kapolres Karawang dimulai sejak November 2017, setelah sebelumnya menjabat Kasubdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya.

Selama menjabat Kapolres Karawang, Hendy dikenal dengan sikap tegasnya dengan menembak mati pelaku kejahatan jalanan.

Tercatat, sudah 16 kali ia menembak mati pelaku kejahatan karena melawan.

Sumber Surya.co.id



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR