• Home
  • Opini
  • PPP: Pilkada Riau dan Visi Besar Bersama untuk ,Riau Madani
Jumat, 12 Januari 2018 | 19:25:09

PPP: Pilkada Riau dan Visi Besar Bersama untuk ,Riau Madani

Pesisirnews.com – Tampaknya Dewi Fortuna memang berpihak kepada PPP. Dalam sejarah 2 kali Pilkada langsung di Riau, PPP selalu berhasil menghantarkan kemenangan bagi paslon yang didukungnya. Mulai sejak partai ini mendukung Rusli Zainal – Mambang Mit pada tahun 2008 hingga mengusung Annas Maamun-Andi Rahman di tahun 2013 yang berakhir dengan kemenangan.

Partai yang didirikan sejak 45 tahun yang lalu ini memang cukup mengakar dan memiliki pemilih tradisional di Riau. Partai yang berasaskan Islam ini tentu saja mendapat tempat dihati masyarakat Riau yang mayoritas bersuku Melayu dan beragama Islam. Selain karena usia partai yang tidak muda, PPP juga sedikit banyaknya juga berjasa dalam pembangunan Riau melalui kader-kadernya yang berhasil menjadi kepala daerah. Saat ini saja, PPP mempunya 2 kader yang menjabat sebagai kepala daerah yakni Bupati Kampar, Aziz Zaenal, dan Bupati Kuansing, Mursini.

Jika mengikuti trend positif dan siklus politik PPP, sangat mungkin PPP akan kembali memenangkan pertarungan Pilkada 2018. Apalagi pada Pilkada 2018 ini PPP menurunkan kadernya sendiri yakni Rusli Effendi sebagai calon wakil gubernur mendampingi DR. H. Firdaus, ST., MT.

Tentu saja dengan majunya Rusli Effendi, mesin organisasi PPP akan lebih bekerja ektra lagi demi mendapatkan posisi tertinggi dalam pemerintahan Riau. Koalisi yang dibangun PPP pun terbilang sangat menarik. PPP berkoalisi dengan Partai Demokrat mengusung pasangan Firdaus-Rusli Effendi. Firdaus sendiri merupakan kepala daerah (Walikota) Pekanbaru yang juga merupakan kader Partai Demokrat. Sebagai ibukota, Pekanbaru tentu saja merupakan wadah terbesar dalam mendulang suara pemilih. Menurut data KPU, Daftar Pemilih Tetap (DPT) kota Pekanbaru tercatat sebesar  572.029, atau terbesar dibanding 11 Kabupaten/Kota lainnya di Riau.

Sedangkan DPT Kampar sebanyak 480.967 pemilih, atau terbanyak kedua setelah Pekanbaru. Sedangkan Kuantan Singingi (Kuansing) DPT-nya sebanyak 215.535 jiwa. Data DPT pada ketiga Kabupaten/Kota tersebut merupakan data primer untuk mengolah data dukungan masyarakat terhadap paslon Firdaus-Rusli. Kenapa? Karena Firdaus sendiri merupakan Walikota yang sangat berpengaruh di Pekanbaru, dan tentu saja di 2 kabupaten tersebut dikepalai oleh kader PPP.

Mesin Organisasi

Sebagai partai lama, PPP tentu saja mempunya jejaring kekuasaan yang lengkap, mulai dari eksekutif hingga legislatif. Untuk eksekutif seperti yang sudah disinggung diatas, PPP memiliki 2 kader yang menjadi kepala daerah (Bupati), yakni Aziz Zaenal yang menjabat Bupati Kampar dan Mursini yang menjabat Bupati Kuansing.

Untuk legislatif (DPRD) Riau, PPP memiliki 5 kursi yang didapat dari 5 dapil berbeda. Di Pekanbaru, PPP mendapat 4 kursi, di Kampar 3 kursi, di Siak 3 kursi, di Inhil sebanyak 5 kursi, di Inhu sebanyak 4 kursi, di Bengkalis 2 kursi, di Pelalawan sebanyak 2 kursi, di Dumai sebanyak 2 kursi, di Rohil sebanyak 4 kursi, di Rohul juga mendapat 4 kursi, di Kepulauan Meranti sebanyak 4 kursi, dan di Kuansing sebanyak 4 kursi.

Dari statistik perolehan kursi cukup membuktikan bahwa kekuatan dukungan PPP cukup merata diseluruh kabupaten/kota di Riau. Sangat meyakinkan penulis bahwa struktur partai PPP diseluruh Riau berjalan dengan baik.

Begitu juga dengan organisasi massa sayap partai PPP yang strukturnya terbentuk di semua sebaran struktur PPP. Adapun ormas sayap PPP antara lain: GMPI (Generasi Muda Pembangunan Indonesia), AMK (Angkatan Muda Ka'bah), GPK (Gerakan Pemuda Kabah), dan WPP (Wanita Persatuan Pembangunan) yang menghimpun seluruh istri dan kaum perempuan partisan PPP.

Potensi Kemenangan "Riau Madani" adalah 3 U (Umaroh, Ulama dan Umat)

Pilihan memajukan kader sendiri sebagai calon kepala daerah menurut saya sangat tepat untuk membuktikan kaderisasi parpol berjalan. Selain itu, koalisi yang memajukan kadernya masing-masing merupakan pembuktian tidak terbebannya kandidat (paslon) akan beban politik koalisi seperti bagi-bagi kekuasaan (power sharing) dikemudian hari, seperti umumnya yang dialami paslon dari koalisi gemuk.

Disisi lain, kombinasi paslon yang berlatar belakang kepala daerah dan ulama/mubaligh ini adalah kombinasi yang pas. Dalam terminologi masyarakat madani, Umaro (kepala daerah/pemerintah) harus bersinergi dengan ulama. Dengan bersinerginya Umaro dan Ulama, maka Umat (masyarakat) akan sejahtera, maju dan Insyaallah berkeadilan. Untuk itu koalisi Firdaus – Rusli Effendi ini merupakan koalisi yang pas menuju cita-cita masyarakat madani.

Sebagai Partai Politik bernafas Islam, tentu saja konsepsi masyarakat sipil tipe Madaniah menjadi cita-cita PPP dalam mendorong demokrasi masyarakt sipil yang sehat di Indonesia. Dari website resmi PPP saya dapatkan visi PPP sebagai berikut:

"Terwujudnya masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT dan negara Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, bermoral, demokratis, tegaknya supremasi hukum, penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), serta menjunjung tinggi harkat-martabat kemanusiaan dan keadilan sosial yang berlandaskan kepada nilai-nilai keislaman."

Tentu saja yang dimaksud PPP dalam visi besarnya secara singkat bisa dibahasakan dengan "Masyarakat Madani."

Dalam visi yang terpampang di media sosial, "Riau Madani" yang menjadi visi besar pasangan ini memang mendapatkan objektifitasnya dari kombinasi yang saya paparkan diatas. Sebagai Umaro, Firdaus sangat peka terhadap persoalan masyarakat Pekanbaru, setidaknya begitu opini yang bisa saya simpulkan sepanjang mengikuti pemberitaan Firdaus di beberapa media. Dan Rusli Effendi, sepanjang pemberitaan yang saya baca merupakan seorang ulama yang berilmu, yang pernah tercatat sebagai pendidik pada pelatihan "training for trainer" yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Visi "Riau Madani" merupakan solusi objektif atas krisis kepemimpinan di Riau. Sebagai propinsi dengan populasi muslim terbesar, peran pemerintah dan ulama harusnya menjadi dasar dalam menerbitkan seluruh regulasi daerah. Kerjasama 3 U (Umaro, Ulama dan Umat) adalah kunci dari suksesnya pemerintahan yang madani.

Masyarakat madani merupakan konsep yang lahir di kota Madinah, sebuah kota yang sebelumnya bernama Yastrib di wilayah arab, di mana masyarakat Islam di bawah kepimpinan Nabi Muhammad SAW di masa lalu pernah membangun peradaban tinggi.

Thoha Hamim menjelaskan bahwa masyarakat madani yang dihubungkan dengan Madinah karena Madinah-lah sebagai attributive dari masyarakat madani, karena Madinah-lah Nabi Muhammad SAW menerapkan nilai-nilai keadilan, prinsip kesetaraan, penegakan hukum, jaminan keadilam untuk semua warga serta perlindungan terhadap kaum minoritas.

M. Hasyim Manan memberikan pengertian masyarakat madani sebagai berikut:

Masyarakat madani adalah masyarakat yang selalu memelihara perilaku yang beradab, sopan santun, berbudaya tinggi, baik dalam pergaulan sehari-hari, dalam berbicara, dalam mencari kebenaran, bahkan dalam mencari rezeki, mengupayakan kesejahteraan atau dalam menerapkan hukum dan sanksi, sampai dalam menghadapi konflik dan peperangan.

Masyarakat madani adalah masyarakat yang selalu memelihara perilaku yang beradab, sopan santun, berbudaya tinggi, baik dalam menghadapi sesama manusia, atau alam lainnya, misalnya dalam menyembelih binatang untuk dikonsumsi, dalam berburu.

Masyarakat madani adalah masyarakat yang selalu memelihara perilaku yang beradap, sopan santun berbudaya tinggi,dan ramah dalam menghadapi lingkungannya, masyarakat yang hubungan antar warganya sangat harmoni, saling menghargai kepentingan masing-masing. Menyadari bahwa walaupun masing-masing mempunyai hak bahkan hak asasi, tetapi hak itu dibatasi soleh hak yang dimiliki orang lain dalam kapasitas yang sama

Cita-cita masyarakat ideal seperti visi besar Paslon Firdaus-Rusli Effendi tentu saja dapat tercapai dan bukanlah hal yang mustahil. Umaro dan Ulama sudah bersatu dalam koalisi, sekarang tinggal "umat" lah yang harus bijak dalam merespon pilkada ini jika hendak membumikan Masyarakat Madani di Bumi Lancang Kuning.rls visiriau

Randy Syahrizal, tinggal di Pekanbaru

 



BERITA LAINNYA
Tanda tanda stres mulai dari kepala
Minggu, 6 Agustus 2017 | 00:34:19
ini alasan nya mengapa anda suka di gigit nyamuk
Kamis, 20 Juli 2017 | 19:46:22
Petani selalu di pandang sebelah mata..???
Jumat, 7 Juli 2017 | 10:28:18
Pengaruh Demografi pada Pilkada
Jumat, 26 Mei 2017 | 06:23:31
Petaka BPSK di Riau, Sayonara Perlindungan Konsumen
Kamis, 27 April 2017 | 05:43:23
Tindak Tegas Pelaku Mega Korupsi e-KTP!
Minggu, 26 Maret 2017 | 08:27:51
Apresiasi Kinerja Presiden Jokowi terhadap Kasus Ahok
Rabu, 23 November 2016 | 09:44:27
Mengubah Kedamaian Dalam Doa
Sabtu, 19 November 2016 | 09:25:14
Komitmen Jokowi Penegakan Hukum Tanpa Intervensi
Kamis, 17 November 2016 | 16:02:10
BERIKAN KOMENTAR