• Home
  • Pelalawan
  • PT Arara Abadi Gunakan Helikopter Usir Warga Bukit Kusuma, 7 Luka-Luka
Senin, 27 November 2017 | 14:52:27

PT Arara Abadi Gunakan Helikopter Usir Warga Bukit Kusuma, 7 Luka-Luka

Pesisirnews.com,Persoalan Agraria antara pihak Korporasi dengan Masyarakat kerap kali terulang. Penyelesaian  yang tidak memiliki kepastian hukum membuat polemik tersebut kerap terulang. Pihak pemerintah, mulai dari pemerintah kabupaten ataupun provinsi dinilai tidak memberikan jaminan penyelesaian konflik yang berkepanjangan tersebut.

Amanat UUD 1945 Pasal 33 jelas menegaskan kepada Pemerintah atau Negara untuk mengelola Sumber Daya Alam (SDM) untuk kesejahteraan Rakyatnya. Namun yang kerap terjadi justru pihak pemerintah memelihara Korporasi untuk menguntungkan sekelompok tertentu dengan mengabaikan hak-hak masyarakat. Seperti Permasalahan di Kupaten Pelalawan yang dikutip dari media News Hunter, permasalahan antara masyarakat dan perusahaan sepertinya tak pernah selesai. Bahkan berujung konflik yang mengakibatkan jatuhnya korban.
IMG-20171126-WA0001
Tampak Gambar digaris Hijau, PT Arara abadi berada ditengah-tengah perkampungan masyarakat

Hal tersebut terjadi beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Kamis (23/11/2017) di Desa Bukit Kusuma KM 60 Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan.

Konflik masyarakat Desa Bukit Kusuma dengan PT Arara Abadi berawal dari tindakan pengusiran pihak perusahaan terhadap warga yang menduduki lahan diluar areal HTI PT Arara Abadi.

"Pihak perusahaan mengerahkan petugas security untuk mengusir warga. Bahkan Helikopter yang bertuliskan Sinar Mas terbang rendah berputar-putar mengelilingi warga, hingga banyak masyarakat yang luka-luka terkena batu," kata Rizal, Ketua RT yang melihat langsung peristiwa tersebut kepada News hanter.

Dari keterangan Ketua RT tersebut, diketahui ada 7 orang warga yang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas Pangkalan Kuras. Sementara dari pihak security perusahaan belum diketahui.

Warga Bukit Kusuma sangat menyayangkan tindakan perusahaan yang bertindak semena-mena bahkan mengutuk insiden tersebut.

"Tindakan perusahaan sudah keterlaluan, mereka menyerang kami dengan menggunakan helikopter. Sudah seperti mau perang saja," terangnya.

Bahkan warga merasa pihak perusahaan seperti tidak percaya kepada petugas keamanan yang berasal dari Polsek Pangkalan Kuras yang hadir pada saat itu.

"Mereka sengaja memancing emosi kami dengan menggunakan helikopter, padahal kami tak punya persiapan sama sekali," lanjutnya.

Atas tindakan perusahaan tersebut, masyarakat Bukit Kusuma akan melakukan pembalasan. "Hari Senen besok kami menurunkan ribuan warga," pungkasnya.

Konflik laten tersebut membuat geram salah seorang aktifis lingkungan Jaringan Masyarakat Gambut Riau, Wanto Pdk. Dirinya mengutuk tindakan. PT Arara Abadi yang bersikap Koboy dinegara Hukum dan itu dilakukan kepada Masyarakat Asli Tempatan. Seakan kebal hukum, perusahaan Koboy tersebut tanpa amlun membabi buta menyerang masyarakat.

" kami  mengecam keras tindakan perusahaan yg semena-mena, jika ada persoalan bukan harus seperti ini . Ini Rakyat loh, ini manusia berlakukanlah kami seperti manusia. Kepada Menteri LHK ibu Siti Nurbaya agar bisa tinjau kembali izin  PT Arara Abadi ini. Kepada pemerintahan provinsi Riau selesaikanlah konflik di riau tentang pertanahan, Kepada pemda pelalawan jangan berdiam diri saja," ulasnya dengan nada marah, Minggu (26/11/3017). (seperti di lansir newshunter)



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR