• Home
  • Pelalawan
  • Miris, 19 th usia kabupaten pelalawan,masih ada warga nya hidup begini
Senin, 15 Oktober 2018 | 12:17:52

Miris, 19 th usia kabupaten pelalawan,masih ada warga nya hidup begini

Sekeluarga hidup dalam gubuk terpal dalam kebun karet. (Facebook/Narti Si Cwek Galak)
PELALAWAN-Sudah 19 tahun Kabupaten Pelalawan berdiri sendiri atau otonom setelah memisahkan diri dari kabupaten induknya, yakni Kabupaten Kampar. Berbagai program sudah dilakukan bupati dan wakil bupati untuk mengejar ketertinggalan dibanding daerah lain di Riau.

Pada periode kedua kepemimpinan Bupati HM Harris menerapkan tujuh program unggulan yang menjadi prioritas pembangunan di Pelalawan. Program unggulan tersebut dianggap sudah membawa kemajuan besar bagi Pelalawan.

Bahkan, pada rapat paripurna istimewa dalam rangka hari jadi Kabupaten Pelalawan ke-19 bertempat di Gedung Daerah Laksmana Mangkudiraja, Pangkalan Kerinci, Senin lalu, Bupati HM Harris mengklaim, banyak pembangunan yang dilakukan, terutama pembangunan infrastruktur yang berhasil memberika kemajuan bagi daerah.

Menurutnya, Pelalawan dengan kekuatan sumber daya alam (SDA) yang tersebar di seluruh wilayah menjadi modal pertumbuhan ekonomi, bila dikelola dengan dasar inovasi dan diyakini akan mampu menekan angka kemiskinan. "Jumlah masyarakat miskin saat ini, semakin menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.

Namun kenyataanya di masyarakat, ternyata masih ada warganya yang hidup dalam keprihatinan dan jauh dari dampak pembangunan. Adalah seorang ibu bersama dua anaknya yang hidup sebatang kara di Pelalawan. Kehidupannya yang menyedihkan mendadak viral di media sosial Facebook sejak dua hari terakhir.

Mereka tinggal di sebuah gubuk yang berada di tengah kebun karet. Foto-foto ibu dan dua anaknya yang hidup memprihatinkan itu pertama kali dibagikan akun FB bernama Narti Si Cwek Galak.

Akun ini membagikan foto-foto keberadaan perempuan yang belum diketahui namanya itu bersama dua anaknya yang masih balita. Lokasinya berada di kawasan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan.

Dari foto-foto yang diunggah, tampak kondisi gubuk sangat memprihatinkan. Tempat tinggal mereka hanya dari terpal bekas serta kardus yang disusun menyerupai rumah.

Pakaian serta perlengkapan makan dan memasak seadanya. "Bagi yang mau membantu bisa memberikan apa yang bisa diberikan," tulis akun Narti pada keterangan foto.

Berdasarkan caption foto, awalnya pemilik akun FB itu bersama suaminya tidak sengaja melihat si ibu dengan membawa bayi masuk ke dalam hutan. Kemudian mereka mengikutinya sampai ke gubuk yang dijadikan tempat tinggal. Dia terkejut dan merasa sedih, sekaligus prihatin melihat keadaan si ibu dan dua anaknya.

Satu anaknya berusia lima tahun dan satu lagi berusia lima bulan. Namun suami si ibu atau ayah kedua balita itu tidak kelihatan dalam foto serta tak diterangkan dimana keberadaannya.

"Bayinya sangat membutuhkan perlengkapan bayi dan obat-obatan. Pusar bayi ini luka parah dan lagi sakit. Bubur bayi dan juga yang lain-lain," tambahnya di caption selanjutnya.

Akun FB Narti memposting foto-foto itu sampai tanggal 14 Oktober lalu. Postingan pertama sudah dibagikan sebanyak 654 kali, mendapat komentar 652 dan like sebanyak 970.

Postingan selanjutnya mendapat respon puluhan kali dari netizen. Kebanyakan pritahin dengan kondisi si ibu dan dua anaknya. Sebagian mempertanyakan alamat lengkapnya untuk menyalurkan bantuan. Ada juga meminta agar persoalan tersebut segera dilaporkan ke Dinas Sosial Pelalawan. (*)

Sumber:fokusriau.com



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR