• Home
  • Peristiwa
  • Demo Tutup Jalan Pantura, Ibu-Ibu asal Tongas Ini Nekat Buka Baju
Sabtu, 13 Januari 2018 | 21:33:23

Demo Tutup Jalan Pantura, Ibu-Ibu asal Tongas Ini Nekat Buka Baju

Jawapos.com

Pesisirnews.com - Ada pemandangan unik saat sejumlah warga Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo menggelar aksi menutup jalan raya pantura, Jumat pagi (12/1). Seorang ibu-ibu peserta aksi tiba-tiba mencopot bajunya.

Baju itu dikibas-kibaskan ke mobil petugas propam TNI AL yang memaksa mau melintas. "Kembalikan jalan kami...kembalikan jalan kami Pak," pekik ibu-ibu yang mengenakan kerudung warna putih tersebut.

Ibu-ibu itu diketahui bernama Sutin. Sama seperti warga lainnya, Sutin menuntut agar pelaksana proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) mengembalikan akses jalan warga.

Aksi warga Klampok memblokade pantura merupakan puncak protes warga. Sebelumnya, warga setempat mendirikan tenda di sekitar lokasi proyek dan menginap beberapa hari.

Mereka meminta pelaksana proyek tol memenuhi tuntutannya untuk dibuatkan akses. Sebab, tanpa jalan yang diminta, mereka harus berputar jauh untuk beraktivitas tiap hari.

Terkait tuntutan warga itu, Camat Tongas Sugeng Wiyanto sebelumnya sudah menegaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk memediasi keinginan warga.

Pada 5 Desember misalnya, ada mediasi di kantor kecamatan antara warga dengan PT Waskita, PPK, dan PT Trans Jawa. Bahkan, juga mengundang Muspika dan Forkopimda. Namun, tak ada titik temu saat itu. Warga bersikeras meminta jalan underpass. Sedangkan pihak jalan tol menjelaskan, tak mungkin membangun underpass.

Alasannya, karena di layout atau perencanaan, tidak ada. Jika memaksa dibuatkan underpass, akan mengganggu konstruksi jalan tol. Sebab, lokasi underpass yang diminta warga, dekat dengan jembatan. Jaraknya tak sampai 500 meter. Seandainya dibuat, ketinggian underpass minimal 7 meter. Namun, yang ada hanya 5 meter.

"Bahkan di lapangan, kami sampai mengukur langsung ketinggian untuk underpass. Dan hasilnya, tidak ada yang memenuhi syarat 7 meter. Maksimal hanya 5 meter," kata camat.

Aksi blokade jalur pantura itu berlangsung sekitar sejam dan membuat arus lalu lintas macet panjang. Baik dari arah Pasuruan maupun arah Probolinggo.

Sumber Jawapos.com



BERITA LAINNYA
Tabrakan, Puluhan Santri Terpental dari Mobil
Senin, 15 Januari 2018 | 10:32:41
Dua Pelajar Tewas Diseruduk Ambulans
Minggu, 14 Januari 2018 | 22:09:54
Bocah di Inhil Tewas Usai Ditabrak Sepeda Motor
Sabtu, 13 Januari 2018 | 10:56:29
BERIKAN KOMENTAR