• Home
  • Peristiwa
  • Mau Selfie di Tebing, Pelajar Tewas di Pantai Balangan
Senin, 2 Juli 2018 | 10:04:27

Mau Selfie di Tebing, Pelajar Tewas di Pantai Balangan

Jawapos.com
George Ernest Suhardi (ISTIMEWA)

Pesisirnews.com - Nahas! Maksud hati ingin mengabadikan momen dengan foto selfie di tebing, seorang pelajar kelas XI SMA Kolese Kanisius, Jakarta, George Ernest Suhardi, 16, jatuh dari tebing dengan ketinggian lebih kurang 30 meter di Tebing Pantai Balangan Jimbaran Kuta Selatan pada Jumat (29/6) pukul 17.45.

Saat itu korban bersama kedua orang tuanya Janri Hidayat dan Atang Suhardi, serta keluarganya sedang liburan di Bali tepatnya wilayah Pantai Balangan Jimbaran. Pada saat melaksanakan foto - foto yang berlokasi di tebing Pantai Balangan tiba - tiba korban terpeleset dan jatuh dari tebing.

"Korban diketahui saksi saat terjatuh diakibatkan karena berdiri dipinggir tebing waktu berpoto selfie," terang Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan Iptu HA Muh Nurul Yaqin pada Minggu (1/7).

Menurut keterangan saksi Pemilik Balangan Paradise Putu Dimas, 33, Korban terjatuh dari pinggir tebing dengan ketinggian 30 meter hingga sampai bibir pantai yang terkena air laut. Dimana saat itu keadaan laut di Pantai sedang surut.

Saat itu banyak orang yang menolong, korban diangkat ke atas dengan menggunakan payung pantai untuk tandu korban. "Saat itu korban masih dalam keadaan hidup namun kondisinya kritis dengan luka di bagian kepala, tangan dan kakinya yang terlihat keluar darah," jelasnya.

Setelah korban dapat diangkat ke atas dari pantai, korban langsung dibawa dan dilarikan untuk mendapatkan pertolongan dengan menggunakan mobil ambulance Rumah Sakit Bali Jimbaran yang diantar oleh keluarganya sendiri.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka robek kepala atas, luka robek bagian punggung, panggul kanan, pantat bawah belakang, luka memar pada dada kiri, luka lecet tangan kanan dan kiri, luka lecet pada paha kanan, betis kanan dan kiri.

"Keluarga belum melaporkan kejadian ke pihak kepolisian. Sedangkan korban sampai di RS Bali Jimbaran pukul 19.05 wita sudah dalam keadaan Meninggal dunia," jelasnya.

Sementara itu di akun facebook T Gunawan Wibowo salah satu Guru Matematika di sekolah korban nampak memposting ungkapan duka cita. Dan mengungkapkan bahwa korban kerap kali menyapa Selamat pagi Pak Gun. Sapaan hangat yang setiap pagi hari dilontakan oleh korban.

Sementara itu dari akun facebook Ismed S mengunggah suasana di Grand Heaven Jakarta pada Sabtu (30/6) sekitar pukul 17.04 dimana nampak orang tua korban menangis histeris disamping jenasah Ernest yang siap dikebumikan. 


Sumber jawapos.com 



BERITA LAINNYA
Sijago merah lalap satu unit rumah di tempuling
Senin, 24 September 2018 | 09:35:34
Lakalantas di KM 6 Bagan Batu Menelan Korban Jiwa
Minggu, 23 September 2018 | 11:17:35
Tiga Unit Rumah Warga di Kateman Ludes Terbakar
Kamis, 20 September 2018 | 13:51:44
BERIKAN KOMENTAR