• Home
  • Peristiwa
  • Dilamar Mendagri Jadi Dosen di IPDN, Pakde Karwo: Masak Gubernur Jadi Profesor
Rabu, 7 November 2018 | 14:44:17

Dilamar Mendagri Jadi Dosen di IPDN, Pakde Karwo: Masak Gubernur Jadi Profesor

SURABAYA- Jelang purna tugas menjadi Gubernur Jatim pada 12 Februari 2019, Dr H Soekarwo SH, MHum sudah dilamar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjadi dosen tetap di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mengajar mata kuliah bidang pemerintahan (government).

"Saya dipanggil Mendagri kalau tidak salah tanggal 23 Oktober, Pak Rektor IPDN juga dipanggil, bahwa Pak Mendagri minta saya ngajar di IPDN bidang government," terang Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat ditemui di gedung negara Grahadi Surabaya, Selasa (6/11/2018).

Kendati demikian, kata Pakde Karwo hingga saat ini dirinya belum menerima Surat Keputusan (SK) untuk mengajar di IPDN. Namun orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim itu mengaku sudah mulai aktif mengajar di perguruan tinggi di bawah naungan Kemendagri tersebut.

"Saya memang belum menerima SK, tapi saya sekarang sudah mulai ngajar. Jadwal ngajarnya seminggu sekali di IPDN," ungkap pria asli Madiun ini.

Masak Gubernur Jadi Profesor

Selain menjadi dosen di IPDN, Pakde Karwo juga mengaku mendapat tawaran untuk menjadi guru besar di sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia. Salah satunya di IPDN yang berpusat di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

"Saya kan masih gubernur, tapi kan gak boleh. Masak gubernur jadi profesor, guru besar," kelakar pejabat murah senyum ini.

Saat disinggung apakah ini langkah awal Pakde Karwo akan menjadi Mendagri setelah purna tugas sebagai Gubernur Jatim ? Dengan lugas Pakde Karwo menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo, jika nantinya memang diminta sebagai Mendagri.

"Itu urusan Presiden, bukan urusan saya," dalihnya sembari tersenyum.

Selama menjabat Gubernur Jatim dua periode, Pakde Karwo juga pernah mendapat penghargaan Kepemimpinan Kepala Daerah atau "Leadership Award 2017" dari Kementerian Dalam Negeri. Dalam kesempatan itu, Pakde Karwo juga mendapat penghargaan "Innovative Government Award (IGA) 2017".

Ia menjelaskan bahwa leadership itu merupakan  kemampuan menggerakkan orang lain dalam rangka mencapai tujuan, tapi serasa tidak digerakkan. Leadership ini juga mengajak ASN untuk bersama-sama menggerakkan potensi pembangunan menuju kesejahteraan.

"Sebenarnya ini yang bekerja memutar roda pembangunan adalah teman-teman dari birokrasi yang dikoordinir Sekdaprov sebagai pejabat tertinggi di birokrasi," pungkas Pakde Karwo. 

(duta.co)



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR