Minggu, 11 Maret 2018 | 19:43:10

Sinyal Demokrat Dukung Jokowi, Jelas!

Pojoksatu.id
Jokowi dan SBY di sela-sela pembukaan Rapimnas Partai Demokrat di Bogor

 Jakarta, Pesisirnews.com Pilres 2019 yang sudah di depan mata, diyakini bakal mempertemukan kembali Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

Pesta demokrasi terbesar di Indonesia itu bakal menjadi pengulangan Pilpres 2014 lalu.

Pertanyaannya, siapa yang akan menjadi calon wakil presiden?

Sejumlah nama pun bermunculan. Mulai dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Muhaimin Iskandar, Anies Baswedan, sampai dengan mantan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo.

Terbaru, banyak pihak yang meyakini Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat lalu memunculkan banyak sinyal.

Tidak lain, adalah sinyal dukungan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Jokowi sebagai petahana.

Akan tetapi, rapimnas yang berlangsung selama dua hari ini sama sekali tidak membahas soal sosok capres dan cawapres untuk diusung dalam Pilpres 2019.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan di sela acara Rapimnas tidak mengelak adanya pembahasan strategi menuju Pilpres.

Demikian disampaikan Syarief Hasan di sela Rapimnas Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu, (11/3/2018).

"Rapimnas ini tidak membicarakan soal deklarasi, tidak membicarakan masalah capres, dan tidak membicarakan cawapres," katanya.

Syarief menambahkan, rapimnas saat ini menjadi ajang untuk konsolidasi internal.

"Semata-mata bagaimana konsolidasi Partai Demokrat dan bagaimana memenangkan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019," lanjutnya.

Saat ini, lanjutnya, partai berlambang bintang mercy itu masih mempetimbangkan sejumlah opsi strategis untuk menentukan siapa capres yang akan diusung.

"Demikian juga dengan pembentukan koalisi untuk mengusung satu pasang calon," bebernya.

Menurutnya, saat ini Partai Demokrat tengah mengkaji pembentukan poros ketiga untuk menambah ragam pilihan pemimpin bagi masyarakat.

Hanya saja, poros ketiga dimaksud tidak menutup kemungkinan bakal memberikan dukungan kepada Jokowi sebagai petahana.

"Kita terbuka untuk berkoalisi ke Jokowi tapi tidak menutup kemungkinan berkoalisi dengan yang lain. Belum diputuskan dan tidak dibahas di Rapimnas ini," demikian Syarif.

Untuk diketahui, dalam pembukaan rapimnas tersebut, Jokowi dan SBY saling puji.

Dalam sambutannya, mantan Gubernur DKI itu menyebut dirinya seorang demokrat.

"Saya berani bilang saya bukan pemimpin otoriter, saya ini seorang demokrat," ucapnya.

Lebih lanjut ia menambahakn, ciri-ciri seorang demokrat antara lain bisa menjadi pendengar yang baik dan menghargai pendapat orang lain serta perbedaan.

"Artinya, saya dan Pak SBY ini beda-beda tipis banget. Kalau saya seorang demokrat, Pak SBY tambah satu, yaitu ketua Partai Demokrat. Jadi tipis sekali," pungkasnya disambut aplaus kader Demokrat.

Sementara itu, SBY mengatakan dia telah meminta kader partainya mendukung penuh program yang dipersiapkan dan akan dilaksanakan pemerintahan Jokowi.

"Bapak (Jokowi) bukan hanya kepala negara tapi juga pemimpin Indonesia, pemimpin kami semua," ujar SBY yang disambut tepuk tangan oleh peserta Rapimnas.

Menurut SBY, koalisi partai politik dalam konteks Pilpres harus ada kesamaan platform dan penyusunan agenda ke depan secara bersama-sama.

"Harus muncul respect dan trust. Ini sangat penting. Koalisi masalah hati. Demokrat siap membangun koalisi seperti itu," katanya


Sumber Pojoksatu.id 



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR