• Home
  • Rohil
  • Surat Suara Pemilihan Penghulu di Rokan Hilir Dibakar, ini yang terjadi sebelumnya....
Rabu, 6 Desember 2017 | 21:28:08

Surat Suara Pemilihan Penghulu di Rokan Hilir Dibakar, ini yang terjadi sebelumnya....

Surat suara yang diambil dengan secara acak, lalu dimusnahkan atas dasar kesepakatan bersama
Bagan Sinembah, Pesisirnews.com - Pemilihan Penghulu Serentak tahap II Kabupaten Rokan Hilir di Kepenghuluan Bakti Makmur Kecamatan Bagan Sinembah sempat heboh, pasalnya salah satu warga yang bernama Hotbintora Situmorang kedapatan mencoblos dua kali di TPS yang berbeda. 

Anehnya, Panitia pengawas tidak tahu sama sekali, pasalnya yang mengetahui dan yang menjemput Hotbintora adalah warga.

Pantauan wartawan Rabu (6/12) di lapangan, kejadian itu terungkap saat salah satu warga mengetahui bahwa Hotbintora sebelumnya sudah mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) 04, namun Hotbintora kembali melakukan pencoblosan di TPS 02.

Kemudian, salah satu warga yang bernama Suroyo langsung menjemput Hotbintora ke rumahnya untuk dihadapkan ke panitia pengawas.

Selanjutnya Kapolsek Bagan Sinembah Kompol Eka Ariandy Putra SH SIK dan Camat Bagan Sinembah Sakinah SSTP MSI dan Danramil 03/Bgs Kapten Arh H Sitorus yang mendapat laporan langsung ke lokasi untuk memastikan kejadian tersebut.

Dan tak lama kemudian, Wakil Bupati Rohil Drs H Jamiluddin bersama Kabag Ops Polres Rohil, Kompol Antoni Lumban Gaol SH MH dan Kasat Sabhara Polres Rohil AKP Ronal Simamora SH sampai ke lokasi.

Namun setibanya rombongan wakil bupati di lokasi, para calon dan seluruh peserta rapat sudah menemukan kesepakatan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Pada proses penyelesaian itu, Panitia pengawas dan pemilihan mengundang semua calon penghulu untuk hadir. Kemudian panitia memberikan beberapa opsi kepada para calon untuk memberikan masukan dalam menyelesaikannya.

Pada kesempatan itu, kelima calon, yakni Purwoto, Prawoto, Aslan, Onni Suriono dan Sucipto serta warga yang menyaksikan kejadian itu turut hadir. Sementara itu, Kapolsek Bagan Sinembah Kompol Eka Ariandy Putra SH SIK dan Camat Bagan Sinembah Sakinah SSTP MSI turut menyaksikan prosesnya.

Di awal rapat, sempat terjadi perselisihan pendapat, namun dengan kesepakatan bersama rapat tersebut difokuskan untuk mencari penyelesaian, agar proses pemilihan dan tahapan selanjutnya dapat berjalan dengan baik.

Dan akhirnya, setelah mendengarkan masukan masing masing calon, lalu Kapolsek Bagan Sinembah Kompol Eka Ariandy Putra SH SIK memberikan masukan yang akhirnya disepakati bersama.

Hasilnya, satu kertas suara diambil dari TPS 02 secara acak dan langsung dimusnahkan, tujuannnya untuk mengambil langkah agar tidak ada yang diuntungkan.

Sebab, kalau ditanya pada yang bersangkutan, dikhawatirkan Hotbintora tidak akan berkata jujur dan dapat merugikan salah satu calon.

Setelah disepakati, lalu hasilnya dituangkan dalam satu berita acara yang ditandatangani seluruh calon penghulu dan para saksi serta panitia pemilihan dan pengawas.

Usai rapat, Hotbintora Situmorang (35) ketika diwawancarai mengaku bahwa hal itu dilakukannya hanya karena dia mendapatkan dua undangan untuk memilih di TPS yang berbeda. "Saya pikir boleh, karena saya dapat dua undangan, satu di TPS 4 satu di TPS 2, ya saya coblos saja," katanya.

Ia juga mengaku bahwa dalam melakukan itu, dia tidak dipaksa dan tidak ada disuruh oleh siapapun. "Tidak ada yang nyuruh, tidak ada yang maksa, saya lakukan sendiri, saya pikir dapat dua undangan berarti saya boleh milih dua kali," urainya. 

Sementara itu, ketua Panitia pengawas pemilihan penghulu Kepenghuluan Bakti Makmur, Agus Irawan ketika dikonfirmasi terkait kejadian itu mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan sebagaimana yang seharusnya, namun, karena jumlah TPS dengan jumlah pengawas tidak sesuai.

"Kami cuma tiga orang, TPS ada 7, Ini yang membuat kami tidak dapat mengontrol secara keseluruhan," ungkapnya.

Namun ia mengaku bahwa saat pemilihan berlangsung, Agus sudah melakukan kontrol ke beberapa TPS, sementara dua temannya berada di kantor.

"Intinya kita kekurangan orang, makanya kita mengharapkan kerjasama saksi para calon dan linmas," katanya.

Terkait DPT ganda, Agus mengaku bahwa itu adalah ranahnya Panitia Pemilihan. "Masalah DPT tanya Panitia Pemilihan saja," ujarnya.

Panitia Pemilihan Penghulu Bakti Makmur, Dedi Kusuma ketika dikonfirmasi mengaku bahwa kejadian itu semua di luar dugaan. "Mungkin karena kami kelelahan, dan yang bersangkutan juga posisinya berada di perbatasan RT," ungkapnya dan mengaku sedang kelelahan. (rd/bim)


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR