• Home
  • Rohil
  • Sunguh Malang, Anak Kelas 3 SD di Rohil Jadi Korban Pencabulan
Jumat, 23 Februari 2018 | 19:31:38

Sunguh Malang, Anak Kelas 3 SD di Rohil Jadi Korban Pencabulan

Polisi saat melakukan olah TKP
Rimba Melintang - Malang nian nasib bocah yang masih duduk di bangku kelas 3 SD ini, sebut saja namanya bunga, ia harus mengalami peristiwa yang sangat keji dari pelaku yang diduga telah mencabulinya saat akan pulang ke rumahnya. 

Peristiwa itu sendiri terjadi di Kecamatan Rimba Melintang disebuah kebun sawit milik warga sekitar pada hari Rabu, (21/2/18) berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/ 04 / II/2018/Riau/Res Rohil/Sek Rimba Melintang, tgl 21 Februari 2018. 

Kapolres Rokan Hilir, AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH, Jumat (23/2/18), melalui kasubbag Humas AKP Ruslan membenarkan tentang tindak pidana pencabulan di wilayah hukum Polsek Rimba Melintang yang terjadi pada hari Rabu, (21/2/18) kemari. 

Perihal tersebut dikatakan oleh Ruslan bahwa EY (35) ibu korban, Bunga (nama samaran, red) membuat laporan ke Mapolsek Rimba Melintang atas pencabulan yang dialami oleh anaknya. 

"Pada hari Rabu, 21 Februari 2018 sekira jam13.00 wib korban, anak dari pelapor pulang dari sekolah, namun sampai pukul 14.00 wib korban belum juga pulang dari sekolah," ujar Kasubbag Humas Polres Rohil. 

Lanjutnya lagi, atas hal tersebut, pelapor merasa curiga dan mencari korban ke sekolahnya dan sesampai di sekolah korban pelapor menanyakan keberadaan korban ke beberapa temannya yg masih berada di sekolah dan temanya tersebut mengatakan bahwa korban telah pulang dari tadi. 

"Kemudian pelapor pun pulang dan mendapati korban telah dirumah dan tetangga pelapor yg berada dirumah pelapor mengatakan kepada pelapor bahwa korban habis diculik oleh orang tidak dikenal. Karena dia mengetahuinya setelah diceritakan oleh pak Rw dari wilayah Teluk Pulau Hilir yang pertama kali menemukan korban," paparnya melanjutkan. 

Kemudian, masih Kasubbag Humas Polres Rohil itu lagi, selanjutnya pelapor meminta korban menceritakan kejadian yang dialaminya, lalu korban menceritakan kejadian yg dialaminya bahwa sekitar 200 meter dari sekolahnya datang seorang yg tidak dikenalnya dengan menggunakan sepeda motor warna merah menggunakan helm warna merah dan orang tersebut juga mengatakan bahwa ia disuruh orang tua korban untuk perbaiki kipas angin dirumah. 

"Orang tersebut juga mengatakan mengenal orang tua korban yaitu dengan mengatakan ayah dan ibu korban, kemudian korban dibawa orang tersebut ke lokasi perkebunan kelapa sawit warga. Sesampainya di perkebunan tersebut korban ditampar sebanyak tiga kali dan didorong sampai terjatuh," ujarnya. 

Selanjutnya, orang tersebut (pelaku) membuka pakaiannya dan menutup wajahnya dengan jilbab dan korban merasakan ada sesuatu yang masuk kedalam kelaminnya. "Sambil menangis dan berteriak meronta merasa kesakitan. Atas kejadian tersebut korban merasa trauma, selanjutnya ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rimba Melintang guna pengusutan lebih lanjut," ungkap Ruslan. 

Sedangkan pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, "Visum et Repertum (VER) serta melengkapi ADM penyelidikan dan penyidikan," demikian Kasubbag Humas Polres Rokan Hilir AKP Ruslan.(rd/bim).


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR