• Home
  • Wisata
  • Ini Durian Terenak Indonesia Versi Profesor Korea
Sabtu, 17 Februari 2018 | 19:28:18

Ini Durian Terenak Indonesia Versi Profesor Korea

Foto : Durian/Internet

Pesisirnews.com - Sangat sulit memang ketika harus menentuka mana durian terbaik di negeri yang sangat kaya akan ragam duriannya seperti Indonesia. Namun profesor asal Korea yang amat mencintai durian Indonesia ini punya pendapat unik.

Eje Kim (46), namanya, seorang ahli geologi dari Seoul National University. Sejak 1997 ia telah mengunjungi berbagai negara ASEAN untuk peelitiannya, sembari berburu durian. Hingga kini sudah sekitar 100 kota di Indonesia dikunjungi Eje Kim.

Indonesia menjadi negara terakhir yang ia jelajahi potensi duriannya. Saking banyaknya ragam durian di Indonesia, ia tidak berpindah ke lain negara untuk mencari durian lagi. Kim telah mengunjungi berbagai kota dari Aceh hingga Papua, tapi ia merasa belum semua jenis durian ia coba.

Ia pun menambatkan hati pada durian Indonesia karena kelezatan alami durian Indonesia yang masih terjaga. Tidak banyak rekayasa generik, tidak meggunakan pestisida, bukan untuk produksi massal, hal-hal tersebut jadi beberapa alasannya memilih durian Indonesia.

"Durian Indonesia masih amat alami, banyak di hutan-hutan yang enak. Seperti wine terbaik yang berasal dari perkebunan kecil, bukan industri massal yang sudah banyak rekayasa," tutupnya dalam pertanyaan tersebut.

Eje Kim, seorang profesor asal Korea Selatan yang mencintai durian Indonesia yang cinta pada Indonesia, dalam acara launching bukunya Happy Yummy Journey, di Gramedia Central Park, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).
Namun, di tengah keberagaman tersebut, manakah durian Indonesia yang menurutnya paling nikmat?

"Durian dan orangutan itu saling menyatu. Mencari durian terbaik, maka lihatlah orangutan saat memilihnya," tutur Eje Kim kepada KompasTravel, saat peluncuran buku "Happy Yummy Journey", di Gramedia Central Park, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Menurutnya durian yang berada di tengah hutan, di mana orangutan masih hidup alami dan memakan durian tersebut, itulah yang terbaik. Orangutan bisa memilih mana durian yang belum tercemar, yang matangnya pas, dengan kadar nutrisi yang masih baik.

"Pemilih durian yang terbaik ialah orangutan, ia bisa melihat durian mana yang masih sehat, alami, nutrisinya baik, di tengah iklim yang baik, dan pasti rasanya nikmat, yummy!" tuturnya.

Ia sendiri pernah menemukan durian terenak itu di Hutan Tangkahan, Kalimantan Tegah. Saat itu ia bersama anak laki-lakinya yang juga maniak durian, berburu langsung ke tengah hutan, bersama warga sekitar.

Orang utan mengambil durian dari pohonnya, di Hutan Tangkahan, Kalimantan Tegah (2016).
Mereka menemukan beberapa orangutan yang sedang berpesta durian, setelah hujan. Beberapa durian jatuh di tanah, sedang yang lain dipetik langsung oleh orangutan tadi. Saat dicicipi rasa duriannya, ia pun terkejut.

"Ternyata amat nikmat, yummy!" ungkap Eje yang baru saja mengeluarkan buku tentang petualangan duriannya.

Durian lain seperti petruk, medan, dan lainnya menurutnya juga enak. Hanya memang kealamian buah amat berpengaruh menurutnya terhadap kenikmatan.

"Durian medan itu bagus, tapi mereka baik untuk penjualannya, produksi masal. Kalau yang terbaik ada di tengah hutan, tempat orangutan yang masih sangat natural," tutupya.

Ashley, anak laki-laki dari Eje Kim seorang Profesor Korea yang amat mencintai durian Indonesia, ia sedang memperhatikan orang utan melahap durian, di Hutan Tangkahan, Kalimantan Tengah (2016).
Serangkaian pengalamannya berburu durian di beberapa negara ASEAN tersebut, ia tuliskan ke dalam sebuah buku yang sudah diterjemahkan dalam beberapa bahasa. Dengan judul "Happy Yummy Journey".

Dalam bukunya, Eje Kim menunjukkan bahwa kebahagiaan bisa hadir melalui hal-hal sederhana seperti dengan makan durian atau melihat orang lain bahagia. Sebagaimana yang dialaminya ketika bertemu orang-orang di Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia.

Buku "Happy Yummy Journey" saat ini sudah tersedia di seluruh toko buku dan toko buku online di Indonesia. Buku yang seluruh halamannya dicetak berwarna ini bisa didapatkan dengan harga Rp 115.000.


Sumber Kompas.com 



BERITA LAINNYA
Empat Negara Bersatu Bela Rendang
Rabu, 4 April 2018 | 14:12:14
Mengenakan tanjak sebagai identitas marwah melayu.
Kamis, 29 Maret 2018 | 13:05:01
Cara Kenali Durian Matang Tanpa Perlu Ketipu Penjual
Selasa, 2 Januari 2018 | 15:08:31
Stand Kominfo PS Inhil Jadi Salahsatu Stand Favorit
Kamis, 9 November 2017 | 15:10:24
BERIKAN KOMENTAR