• Home
  • Artikel
  • Penemuan yang Mengubah Dunia: Ambulans, Jasa Angkut Orang Sakit sejak Abad Kelim

Penemuan yang Mengubah Dunia: Ambulans, Jasa Angkut Orang Sakit sejak Abad Kelima

admin Jumat, 27 September 2019 15:53 WIB
Pesisirnews.com - Ambulans memegang peranan penting untuk mengantar pasien ke Unit Gawat Darurat sebuah Rumah Sakit.

Saking pentingnya, para pengguna kendaraan harus segera memberi jalan ketika mendengar sirine mobil ambulans. Hal ini tak lain agar pasien cepat mendapat pertolongan.

Dilansir dari Kompas.com, sejak kemarin (26/9/2019), perbincangan tentang mobil ambulans meroket setelah akun Twitter @TMCPoldaMetro mengunggah informasi yang berkaitan denagn ricuh di sekitar gedung DPR.

"Polri amankan 5 kendaraan ambulan milik Pemprov DKI Jakarta yang digunakan untuk mengangkut batu dan bensin yang diduga untuk molotov di dekat Gardu Tol Pejompongan Jl. Gatot Subroto," tulis akun Twitter @TMCPoldaMetro pukul 2.14 WIB yang saat ini cuitan tersebut telah dihapus.

Hal ini pun sempat dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono pada Kamis pagi.

Diberitakan Kompas.com, Argo menyebut bahwa mobil ambulans diamankan pada Kamis dini hari sekitar pukul 2.14 di dekat Gardu Tol Pejompongan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

"Ya benar (ada ambulans milik Pemprov DKI)," kata Argo dikonfirmasi Kompas.com.

Belum sampai 24 jam kabar tersebut mengudara, Argo mengklarifikasi bahwa batu dan bensin yang ada di dalam ambulans bukan suplai untuk para demonstran.

Argo mengklarifikasi bahwa barang bukti itu milik demonstran yang berusaha mencari perlindungan dalam mobil ambulans.

"Jadi anggapan dari Brimob, diduga mobil ini yang digunakan perusuh, tapi bukan. Perusuh masuk ke mobil untuk perlindungan," kata Argo.

Terlepas dari isu tersebut, ambulans memiliki sejarah panjang kenapa menjadi alat transportasi yang sangat penting dalam dunia medis.

Sejarah ambulans

Dilansir How Stuff Works, ambulans lahir dari kebutuhan untuk mengangkat tentara yang terluka saat berada di medan perang.

Masyarakat di masa lalu berpikir, daripada meninggalkan pasukan dengan luka parah dan membiarkan mereka mati kelaparan atau jatuh ke tangan musuh, ada baiknya dibawa ke markas.

Pada tahun 500-an, Kaisar Bizantium Mauricius (Kekaisaran Romawi) melengkapi pasukan penyelamat dengan pelana khusus yang memungkinkan mereka membawa pasukan perang yang terluka ke rumah sakit lapangan.

Pada abad ke-11, seseorang yang ikut dalam perang salib memperkenalkan gerobak untuk mengangkut orang sakit dan terluka.

Pada awal 1700-an, kota-kota di Eropa mulai mengumpulkan sukarewan untuk membawa warga sipil yang terluka dengan bantuan tandu.

Mulai akhir 1700-an, dari yang awalnya tandu beralih menjadi kereta kuda.

Tak lama setelah Perang Sipil Amerika, Dr. Edward Barry Dalton, seorang mantan ahli bedah angkatan darat mengembangkan sistem ambulans modern pertama untuk mengatasi wabah kolera.

Kala itu, polisi dan petugas kesehatan akan menghubungi petugas pengiriman ambulans bila menjumpai orang sakit dengan telegraf.

Kerjasama tersebut terorganisir dengan baik sehingga pada 1869 Rumah Sakit Bellevue New York memulai layanan ambulans berbasis rumah sakit.

Ada empat prinsip yang dipakai dalam sistem ambulans modern, yakni menghubungi rumah sakit, melakukan penjemputan, perjalanan dengan ambulan, dan diantar ke rumah sakit.

Perkembangan mobil pada 1800-an memungkinkan pasien dapat diantar dengan lebih cepat, dibanding menggunakan kuda.

Ambulans mesin bertenaga listrik pertama dimiliki oleh rumah sakit Chicago pada 1899.

Untuk menyelamatkan nyawa pasien, pada awal abad ke-20 mobil ambulan diberi tambahan ban karet pneumatik. Inovasi ini berfungsi untuk membuat perjalanan lebih lancar dan menjaga keselamatan pasien yang mengalami luka cedera agar selamat sampai rumah sakit.

Sejak saat itulah, ambulans mulai dimiliki setiap rumah sakit yang ada di seluruh dunia. Namun dalam sejarah, ambulans tak pernah dipakai untuk menyimpan batu dan bensin.(***)
Loading...
Tags

Berita Terkait

Komentar

Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments