Artikel

Keliru dalam Penulisan Idulfitri, Ini Penulisan yang Benar

Anjar Anjar
Keliru dalam Penulisan Idulfitri, Ini Penulisan yang Benar

Ilustrasi: Penulisan idulfitri yang benar. (DISDIK JABAR)

Pesisirnews.com - Tak terasa, telah dua minggu umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Hari terus berlalu dan bulan Ramadhan akan meninggalkan kita berganti ke bulan Syawal.

Namun, banyak hal yang tak bisa kita lakukan secara biasa pada tahun ini. Mulai dari salat Tarawih berjamaah di masjid hingga larangan mudik ke kampung halaman. Ini semua akibat pandemi global Covid-19 yang masih berlangsung di negara kita.

Untuk menekan penyebaran virus tersebut pemerintah mengharuskan kita melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Tujuannya untuk menekan penyebaran virus Covid-19 yang kini memasuki tahun ke-2 sejak awal mulai mewabah secara global pada Maret tahun lalu.

Berakhirnya bulan Ramadhan dan masuknya tanggal 1 Syawal 1442 Hijriah menjadi momen spesial yang dirayakan oleh umat Muslim dengan penuh kegembiraan.

Lantunan takbir yang berkumandang di mana-mana menjadi pertanda bagi umat Muslim dalam menyongsong Hari Raya Idulfitri.

Hari Raya Idulfitri atau dengan sebutan lain sebagai hari lebaran merupakan refleksi kemenangan atas perjuangan sebulan penuh menahan hawa nafsu.

Di Indonesia sendiri, makna Idulfitri diserap dan diselaraskan bersama budaya yang ada, yakni mudik.

Selain berkunjung dari rumah ke rumah untuk bersilaturahim dan saling maaf-memaafkan, umat Muslim juga telah lazim mengirimkan kartu ucapan selamat Hari Raya Idulfitri.

Dengan perkembangan teknologi informasi (IT) kini pengiriman kartu ucapan selamat Hari Raya Idulfitri beralih dari bentuk fisik ke bentuk digital.

Membahas tentang Idufitri, lazimnya masyarakat menuliskannya secara terpisah, yaitu Idul Fitri.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar

loading...