Daerah

Baznas Bersama PD IWO Inhil Salurkan Bantuan kepada Warga Penderita Katarak

Anjar Anjar
Baznas Bersama PD IWO Inhil Salurkan Bantuan kepada Warga Penderita Katarak

TEMBILAHAN (Pesisirnews.com) - Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) kabupaten Inhil kembali dipercaya Badan Amil Zakat (Baznas) Inhil bersama menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 1.500.000 disalurkan kepada seorang warga bernama Fauzi (68).Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Pendayagunaan Zakat, H. Subagio, LC bersama Ketua PD IWO Inhil Muridi Susandi di kediaman Fauzi, Jumat (20/5/2022) sore.

Fauzi merupakan seorang warga kecamatan Tembilahan Hulu penderita sakit Katarak yang membutuhkan biaya untuk operasi penyakit pada matanya tersebut.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Pendayagunaan Zakat, H. Subagio, LC, sangat berterima kasih atas dukungan rekan-rekan IWO sebagai mitra dalam pendistribusian zakat.

“Rekan-rekan sudah bekerja secara maksimal menyampaikan harta-harta zakat para Muzaki untuk sampai kepada orang yang layak bahkan sangat layak menerima bantuan,” ungkap Subagio mewakili Ketua Baznas kabupaten Inhil HM Yunus Hasbi, SAg, MAg, MH.

Menurut Subagio, pihaknya sangat terbantu dengan keberadaan IWO Inhil, selain sebagai rekan dalam sosialisasi juga sebagai Amil dalam artian menemukan orang yang membutuhkan bantuan ini.

“Kami bisa mengadu kepada Allah SWT yang telah menunaikan tugas kami bersama rekan-rekan IWO untuk menyampaikan harta-harta zakat para Muzaki kepada Mustahiq yang sebenarnya,” ucapnya.

Oleh karena itu, Subagio berharap para pembayar zakat tidak ragu dengan Baznas Inhil yang telah bekerja benar-benar sesuai dengan SOP dan regulasi yang ada.

“Kegiatan seperti ini saya berharap semakin bertambah para Muzaki yang membayar zakatnya kepada Baznas timbul kepercayaannya kepada kami,” tambahnya.

Dijelaskannya, harta zakat yang dikeluarkan itu sebenarnya kotoran-kotoran harta pada orang yang memiliki rezeki berlebih yang harus dikeluarkan sebagai hak orang lain.

“Karena kalau tidak kita keluarkan tanpa disadari mereka memakan harta yang haram walaupun itu harta dia sendiri karena di dalam harta kita ada hak orang lain,” jelas Subagio.

Subagio menilai Fauzi termasuk yang tidak meminta - minta karena ingin menjaga harga dirinya, tapi ada saudaranya yang bisa menyampaikan kesulitannya sehingga harta zakat ini sampai kepadanya.

“Mudah-mudahan kita semua bisa menyebarkan rukun Islam satu ini yang sangat dilupakan. Dia hanya muncul ketika bulan Ramadhan saja padahal dengan zakat itulah sebenarnya kita bisa memberdayakan potensi umat ini karena kalau kita memberi zakat orang perorangan langsung maka tidak dapat kekuatan zakat itu maka dikelola oleh lembaga resmi sehingga dia menjadi sesuatu yang berarti bagi orang yang membutuhkan," pungkasnya.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar