Daerah

Cegah Stunting, Mahasiswa Kukerta UNRI Buat Inovasi Makanan Ubi di Desa Pekan Kamis


Cegah Stunting, Mahasiswa Kukerta UNRI Buat Inovasi Makanan Ubi di Desa Pekan Kamis

TEMBILAHAN (Pesisirnews.com) - Dalam rangka untuk mencegah kasus stunting di Desa Pekan Kamis, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kelompok Kukerta (KKN) Universitas Riau (UNRI) melakukan program inovasi makanan dengan memanfaatkan bahan pangan di Desa Pekan Kamis.

Program inovasi makanan dengan memanfaatkan bahan pangan yang di lakukan mahasiswa KKN UNRI di Pekan Kamis berangkat dari adanya tiga kasus anak kekurangan gizi yang ditemukan pada tahun ini di desa tersebut.

Jika dibiarkan hal tersebut akan menjadi kasus stunting. Oleh sebab itu, mahasiswa KKN UNRI di Desa Pekan Kamis ingin mendukung program cegah stunting dengan melakukan inovasi makanan dari ubi.

Salah seorang mahasiswi KKN UNRI, Qiunar Febriyani mengatakan, bahwa tujuan dari program membuat makanan tinggi akan gizi diantaranya dengan memanfaatkan bahan pangan ini.

Mereka tidak hanya membuat makanan tinggi akan gizi tetapi juga bertujuan meningkatkan kreativitas sehingga makanan tersebut dapat dijadikan UMKM yang bernilai ekonomi.

“Sasaran daripada program ini adalah kelompok ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Peran ibu-ibu PKK adalah suatu organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan kesejahteraan Indonesia,” ungkap Qiunar Febriyani dalam keterangan yang diterima, Senin (8/8).

Dijelaskannya bahwa salah satu potensi sumber daya alam untuk mencegah stunting di Desa Pekan Kamis diantaranya adalah singkong. Sehigga pada program ini bahan baku yang dipakai adalah singkong.

Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ada beberapa jenis singkong yang kandungan nutrisinya besar yaitu mentega 2 dan carvita 25 yang terdapat dari dua jenis singkong tersebut.

“Adapun inovasi makananan yang kita buat ini, mengandung empat nutrisi penting untuk mencegah stunting yakni beta karoten vitamin A, zat besi, protein, dan seng,” jelasnya.

Ditambahkannya, pengelolaan singkong menjadi makanan tinggi akan gizi adalah membuat singkong tersebut menjadi tepung singkong atau biasa disebut tepung mocaf di mana tepung singkong tersebut terbukti bebas gluten (gluten free) dan dianggap lebih sehat dibanding tepung terigu karena lebih rendah kalori, gula dan lemak.

“Inovasi makanan dengan memanfaatkan tepung singkong yang dibuat oleh kelompok ibu-ibu PKK di Desa Pekan Kamis yaitu donat dan bolu pandan. Dua makanan tersebut lebih sehat karena bebas dari kandungan gluten dan memiliki kandungan gula yang rendah serta tanpa kandungan garam,” paparnya.

Halaman :
Penulis:

Editor: Anjar