Daerah

IMM Kota Banjar: Tuduhan Din Syamsuddin Radikal tidak Spesifik

Anjar Anjar
IMM Kota Banjar: Tuduhan Din Syamsuddin Radikal tidak Spesifik

BANJAR, Pesisirnews.com - Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Banjar Dadi Alfito, menyatakan bahwa laporan Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung ( ITB) terhadap Din Syamsuddin atas tuduhan Radikalisme ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tidak spesifik. Hal tersebut disampaikannya kepada Wartawan di Banjar, Sabtu (13/2/2021).

"Dari adanya laporan ayanda Din Syamsuddin yang dilaporkan atas tuduhan Radikalisme ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) oleh Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung ( ITB) tidak Spesifik,” ungkapnya.

Dikatakan Dadi, pihaknya melihat dari sudut pandang peraturan pemerintah RI No. 53 Tahun 2010 Pasal 4 tentang Larangan bahwa dari 15 poin disitu tidak ada satupun yang dilanggar oleh Ayahanda Din syamsuddin UU terkait radikal.

"Tidak ada satupun poin yang dilanggar terhadap PP RI No. 53 Tahun 2010 Pasal 4 oleh ayanda Din Syamsuddin,” singkatnya.

Ditambahkan, pihaknya melihat dari poin poin tuntutan GAR ITB yang terdiri dari 6 poin. “Saya ambil sampel poin 6 dari laporan Gar ITB yang bunyinya adalah Din dilaporkan atas fitnah yang ia lakukan serta berupaya mengeksploitasi sentimen agama. Padahal di mana letak eksploitasi yang dilontarkan GAR ITB kepada Ayahanda Din Syamsudin,” imbuhnya.

“Rasanya sah-sah saja hal tersebut dilakukan. Karena kita juga bebas mengeluarkan pendapat seperti kita ketahui bersama tertuang dalam pasal 28 UUD 1945. Dan kita juga mengetahui bahwa Din Syamsuddin adalah tokoh ulama tokoh Agama yang senantiasa mengharumkan nama Indonesia. Tercatat beberapa prestasi ia toreh di dalam dan luar negeri,” ucapnya.

“Dan terakhir kami berpesan agar GAR ITB senantiasa bertabayun dalam mengambil segala keputusan,” pungkasnya.

Penulis: Nier

Penulis: Anjar

Editor: Anjar

mgid.com, 340009, DIRECT, d4c29acad76ce94f
loading...
loading...