• Home
  • Ekbis
  • 50 Orang Terkaya di Indonesia: Bandingkan, Kekayaan Adik Prabowo Jauh di Bawah K

50 Orang Terkaya di Indonesia: Bandingkan, Kekayaan Adik Prabowo Jauh di Bawah Kakak Erick Thohir

admin Sabtu, 15 Desember 2018 12:08 WIB

Pesisirnews.com - Majalah Forbes baru saja melansir 50 Orang Terkaya di Indonesia 2018.

Inilah deretan Crazy Rich Indonesian pada tahun ini.

Dalam laporannya, jumlah kekayaan 50 orang tersebut naik cukup signifikan menjadi 129 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.870 triliun.

Jumlah itu nak 3 miliar dollar AS dari tahun lalu.

Siapa saja 50Crazy Rich Indonesian pada tahun ini?

1. R Budi & Michael Hartono

nilai kekayaan: $35 miliar

usia: 68 tahun

bidang usaha: rokok, bank, properti, elektronik

brand: BCA, Djarum, Polytron, mal Grand Indonesia

2. Susilo Wonowidjojo

nilai kekayaan: $9.2miliar

usia: 62 tahun

bidang usaha: rokok

brand: Gudang Garam

3. Eka Tjipta Widjaja

nilai kekayaan: $8.6 miliar

usia: 95 tahun

bidang usaha:kelapa sawit

brand: Sinar Mas

4. Sri Prakash Lohia

nilai kekayaan: $7.5 miliar

usia: 66 tahun

bidang usaha:petrokimia

brand:Indorama Corporation

5. Anthoni Salim

nilai kekayaan: $5.3 miliar

usia: 69 tahun

bidang usaha:beragam

brand:PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bogasari Flour Mills

6. Tahir

nilai kekayaan: $4.5 miliar

usia: 66 tahun

bidang usaha: beragam

brand: Mayapada Group

Chairul Tanjung (KOMPAS/RIZA FATHONI)

7. Chairul Tanjung

nilai kekayaan: $3.5 miliar

usia: 56 tahun

bidang usaha: beragam

brand: Trans Corp

8. Boenjamin Setiawan

nilai kekayaan: $3.2 miliar

usia: 85 tahun

bidang usaha: farmasi

brand: Kalbe Farma

9. Jogi Hendra Atmadja

nilai kekayaan: $3.1 miliar

usia: 72 tahun

bidang usaha: barang konsumsi

brand:Mayora Group

10. Prajogo Pangestu

nilai kekayaan: $3 miliar

usia: 74 tahun

bidang usaha:petrokimia

brand:Djajanti Timber Group, Barito Pacific,Tri Polyta Indonesia Tbk

11. Low Tuck Kwong

nilai kekayaan: $2.5 miliar

usia: 70 tahun

bidang usaha:batu bara

brand:Bayan Resources

12. Mochtar Riady

nilai kekayaan: $2.3 miliar

usia: 89 tahun

bidang usaha:beragam

brand: Lippo Group

13. Putera Sampoerna

nilai kekayaan: $1.75 miliar

usia: 71 tahun

bidang usaha:investasi, rokok

brand:PT HM Sampoerna Tbk

14. Peter Sondakh

nilai kekayaan: $1.7 miliar

usia: 68 tahun

bidang usaha: investasi

brand:Rajawali Corp

15. Martua Sitorus

nilai kekayaan: $1.69 miliar

usia: 58 tahun

bidang usaha:kelapa sawit

brand:Wilmar International

16. Garibaldi Thohir

nilai kekayaan: $1.67 miliar

usia: 53 tahun

bidang usaha: batu bara

brand:Adaro Energy

17. Theodore Rachmat

nilai kekayaan: $1.6 miliar

usia: 74 tahun

bidang usaha:beragam

brand:Triputra Group, Adaro Energy

18. Kuncoro Wibowo

nilai kekayaan: $1.58 miliar

usia: 62 tahun

bidang usaha:ritel, perkakas

brand:Kawan Lama Sejahtera

19. Alexander Tedja

nilai kekayaan: $1.5 miliar

usia: 73 tahun

bidang usaha: real estate

brand:Pakuwon Group

20. Husain Djojonegoro

nilai kekayaan: $1.46 miliar

usia: 69 tahun

bidang usaha: barang konsumsi

brand:ABC Group

21. Bachtiar Karim

nilai kekayaan: $1.45 miliar

usia: 61 tahun

bidang usaha: kelapa sawit

brand:Musim Mas Group

22. Murdaya Poo

nilai kekayaan: $1.4 miliar

usia: 77 tahun

bidang usaha:beragam

brand:Central Cakra Murdaya/Berca Group

23. Eddy Katuari

nilai kekayaan: $1.35 miliar

usia: 67 tahun

bidang usaha: barang konsumsi

brand:Wings Group

24. Djoko Susanto

nilai kekayaan: $1.33 miliar

usia: 68 tahun

bidang usaha: supermarket

brand:PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk

25. Sukanto Tanoto

nilai kekayaan: $1.3 miliar

usia: 68 tahun

bidang usaha:beragam

brand:the Royal Golden Eagle International

26. Eddy Kusnadi Sariaatmadja

nilai kekayaan: $1.29 miliar

usia: 65 tahun

bidang usaha: media, teknologi

brand:Emtek

Bangunan apartemen Vida View di Jl Boulevard, Makassar, Sulawesi Selatan, saat diabadikan, Selasa (10/1/2017). Vida View merupakan proyek milik Ciputra. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

27. Ciputra

nilai kekayaan: $1.2 miliar

usia: 87 tahun

bidang usaha: real estate

brand:Ciputra

28. Ciliandra Fangiono

nilai kekayaan: $1.19 miliar

usia: 42 tahun

bidang usaha:kelapa sawit

brand:First Resources

29. Husodo Angkosubroto

nilai kekayaan: $1.15 miliar

usia: 63 tahun

bidang usaha: agrobisnis, properti, asuransi

brand:Gunung Sewu Group

30. Harjo Sutanto

nilai kekayaan: $1.1 miliar

usia: 92 tahun

bidang usaha:barang konsumsi

brand:Wings Group

31. Hary Tanoesoedibjo

nilai kekayaan: $980juta

usia: 53 tahun

bidang usaha: media

brand: MNC

32. Sudhamek

nilai kekayaan: $920 juta

usia: 62 tahun

bidang usaha:makanan ringan, minuman

brand:GarudaFood Group

33. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono

nilai kekayaan: $910 juta

usia: 90 tahun

bidang usaha:kelapa sawit, tambang nikel

brand:Bumitama Agri

34. Osbert Lyman

nilai kekayaan: $900 juta

usia: 68 tahun

bidang usaha: real estate

brand:Lyman Group

35. Hashim Djojohadikusumo

nilai kekayaan: $850 juta

usia: 64 tahun

bidang usaha:beragam

brand:Arsari Group

36. Sjamsul Nursalim

nilai kekayaan: $810 juta

usia: 77 tahun

bidang usaha:ban, ritel

brand:Gajah Tunggal,Mitra Adiperkasa

37. Kusnan & Rusdi Kirana $800 juta

usia: 55 tahun (Rusdi)

bidang usaha: maskapai

brand: Lion Group

38. Danny Nugroho

nilai kekayaan: $790 juta

usia: 43 tahun

bidang usaha: perbankan

brand:Bank Capital Indonesia

39. Soegiarto Adikoesoemo

nilai kekayaan: $780 juta

usia: 80 tahun

bidang usaha:bahan bakar dan gas alam

brand:AKR Corporindo

Founder Bosowa Corporation, Aksa Mahmud.

40. Aksa Mahmud

nilai kekayaan: $775 juta

usia: 73 tahun

bidang usaha: semen

brand: Bosowa

41. Irwan Hidayat

nilai kekayaan: $750 juta

usia: 71 tahun

bidang usaha: obat herbal/jamu

brand: Sido Muncul

42. Achmad Hamami

nilai kekayaan: $725 juta

usia: 88 tahun

bidang usaha: alat berat

brand:Trakindo Utama

43. Tjokrosaputro Benny

nilai kekayaan: $670 juta

usia: 49 tahun

bidang usaha: properti

brand: Batik Keris,Hanson International, Sinergi Megah Internusa

44. Arini Subianto

nilai kekayaan: $665 juta

usia: 47 tahun

bidang usaha:batu bara, kelapa sawit

brand:Persada Capital Investama

45. Edwin Soeryadjaya

nilai kekayaan: $660 juta

usia: 69tahun

bidang usaha:batu bara, investasi

brand:Astra International

46. Arifin Panigoro

nilai kekayaan: $655 juta

usia: 73 tahun

bidang usaha: minyak bumi

brand:Medco Group

47. Sabana Prawirawijaya

nilai kekayaan: $640 juta

usia: 78tahun

bidang usaha: minuman

brand:Ultrajaya Milk Industry

48. Kardja Rahardjo

nilai kekayaan: $625 juta

usia: 57 tahun

bidang usaha:jasa pengiriman

brand:Pelayaran Tamarin Samudra

49. Kartini Muljadi

nilai kekayaan: $610 juta

usia: 88 tahun

bidang usaha:farmasi

brand:Tempo Scan Pacific

50. Abdul Rasyid

nilai kekayaan: $600 juta

usia: 60 tahun

bidang usaha: kayu, kelapa sawit

brand:Sawit Sumbermas Sarana

Kakak Erick ThohirVsAdik Prabowo Subianto

Daftar50 Orang Terkaya di Indonesia 2018 di atas relevangan Pilpres 2019.

Di peringkat ke-16 orang terkaya, ada namaGaribaldi Thohir.

Dia adalah kakak kandung dariErick Thohir (48).

Sebagaimana diketahui,Erick Thohir adalahKetuaTim Kampanye Nasional (TKN) atau Tim Sukses atau Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019.

Berdasarkan data terbaru Forbes, jumlah kekayaanGaribaldi Thohir kini mencapai$1.67 miliar atau setara Rp 24,3triliun.

Saat ini,Garibaldi Thohir menduduki jabatanPresiden Direktur PT Adaro Energy Tbk,produsen batu bara terbesar di belahan bumi selatan dan keempat terbesar di dunia.

Garibaldi Thohir (FORBES.COM)

Dikutip dariWikipedia.org,karier bisnisGaribaldi Thohir diawali setelah mendapatkan gelar MBA dari Northrop University,Amerika Serikat, ia bergabung dengan Astra yang saat itu dipimpin oleh ayahnya.

Setelah merasa cukup belajar di Astra, ia mencoba peruntungannya dengan mendirikan perusahaanpropertydengan membangun aparteman di kawasan Casablanca, Jakarta.

Namun, usaha ini tidak berjalan dengan mulus dan masalah pembebasan lahan menjadi kendala utama, akhirnya perusahaan ini dijual ke ayahnya.

Pada tahun1992, ia bergabung dengan perusahaan tambang diSawah LuntoSumatera Baratyaitu PT Allied Indo Coal.

Tahun1997, ia juga memulai bisnisnya di bidang keuangan dengan mengakusisi perusahaan multi finansial PT Wahana Ottomitra Multiarthaatau dikenal dengan sebutan PT WOM Finance.

Perusahaan ini bergerak dalam bidang penyedia pembiayaan publik khusunya pembelian sepeda motorHonda.

Pada tahun2005, bersamaTheodore Permadi Rachmat,Edwin Soeryadjaya,Sandiaga Uno, danBenny Soebianto, ia membentuk konsorsium baru membeli sahamAdaro Energydari New Hope, perusahaan asalAustralia.

Ini menjadi titik balik dari bisnisnya, ia berhasil menjadikan Adaro Energy sebagai terbesar kedua di Indonesia setelah PT Kaltim Prima Coa dan salah satu produsen batu bara terbesar kelima di dunia.

Tahun2008, Adaro Energy melakukan penjualan saham perdana ke publik (initial public offering/IPO). Adaro mengusung produk batubara dengan brand Envirocoal, batubara yang ditambang dengan konsep ramah lingkungan.

Pada akhir tahun 2011, Forbes menempatkan Adaro sebagai satu dari 50 Perusahaan Terbaik di Asia.

Pada30 Mei2013dengan tujuan memperkuat investasinya, Garibaldi Thohir memborong saham perusahaan yang dipimpinnya sendiri.

Ia membeli 2 juta lembar saham ADRO di harga Rp 950/lembar saham atau sekitar Rp 1,9 miliar.

Pada2014, PT Adaro Power dengan anak usaha Korea East-West Power Co Ltd membentuk perusahaan patungan, PT Tanjung Power Indonesia yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2 X 100 megawatt (MW) diTabalong,Kalimantan Selatan.

Jika Garibaldi Thohir duduk di peringkat belasan, makaHashim Djojohadikusumoduduk di peringkat 30-an dalamdaftar 50 Orang Terkaya di Indonesia 2018.

Hashim Djojohadikusumo adalah adik kandung calon Presiden RI, Prabowo SubiantoDjojohadikusumo (67).

Saat ini, kekayaanHashim Djojohadikusumo senilai $850 juta atau setaraRp 12,3 triliun.

Dikutip dariWikipedia.org,awalnya Hashim Djojohadikusumo magang di sebuah bank investasi sebagai analis keuangan diPerancis, kemudian ia mulai memasuki dunia bisnisnya dengan menjadi direktur di Indo Consult.

Berkat perkembangan bisnis dan perusahaan Hashim Djojohadikusumo yang semakin melaju pesat, maka akhirnya ia pun mulai mengakuisi PT Semen Cibinong lewat perusahaannya bernama PT Tirta Mas. Setelah itu, ia pun juga mulai menanamkan sahamnya diBank Niagadan Bank Kredit Asia, hingga ia menjadi benar-benar seorang konglomerat.

Pada tahun 2002 Hashim Djojohadikusumo ditahan karena terlibat pelanggaran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di mana kredit yang seharusnya dikucurkan ke kreditor ternyata dikucurkan ke grupnya sendiri.

Setelah itu bersama denganPrabowo Subianto, ia membeli Kiani Kertas, perusahaan eks-Bob Hasanyang bermarkas di Kalimantan Timur.

Sentuhan langsung dari kakeknya dan kesetiaannya mengikuti sang ayah kemana-mana telah membentuk sosok Hashim yang telah mengenal ekonomi kerakyatan sejak kecil.

Setelah banyak menghabiskan pendidikan formalnya di luar negeri, Hashim pulang ke Indonesia tatkala sang ayah tak lagi menduduki jabatan menteri, dan langsung menempati posisi direktur Indo Consultóperusahaan milik ayahnya.

Setelah berhasil menyelamatkan perusahaan Prabowo Subianto tersebut, Hashim Djojohadikusumo juga berhasil menguasai konsesi lahan hutan sebesar 97 hektare yang tersebar diAceh Tengah.

Itu kemudian mendorongnya untuk terus memperluas jaringan bisnisnya hingga memiliki 3 juta hektare perkebunan, konsesi hutan, tambangbatubara, dan ladang migas diAcehhingga kePapua.

Namum demikian Kiani Kertas kerap mengalami masalah keuangan dan pada awal 2014 terjadi protes buruh yang belum menerima gaji selama 5 bulan.

Loading...
Sumber: Tribun-Timur.com

Tags Bisnisnasional

Berita Terkait

Komentar

Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments