Minggu, 16 Agustus 2026 WIB
Dihalangi Saat Segel DPP PDIP

KPK Bisa Pakai Pasal 21 UU Dalam Penghalangan Proses Perkara di DPP PDIP

Haikal - Minggu, 12 Januari 2020 09:30 WIB
820 view
KPK Bisa Pakai Pasal 21 UU  Dalam Penghalangan Proses Perkara di DPP PDIP

Jakarta,PESISIRNEWS.COM- Supardji Ahmad Ahli hukum pidana dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) memandang Komisi Pemberantasan Korupsi bisa menerapkan pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dalam penghalangan proses perkara di DPP PDIP.dikutip daritirto

BACA JUGA :Peduli-Dengan-Sesama--Kapolres-Rokan-Hulu-AKBP--Dasmin-Ginting-SIK--bantu-warga-kurang-mampu-

Namun, penerapan pasal tersebut baru bisa dilakukan jika petugas dilengkapi dokumen administrasi lengkap saat penggeledahan.

Baca Juga:

BACA JUGA :Jalan-Umum-Desa-Tolam-butuh-perhatian-khusus-dari-pemkab-pelalawan

Dengan demikian, seharusnya tak boleh ada pihak yang menghalang-halangi penyidik melakukan penyegelan.

Baca Juga:

"Jika memang itu ada menghalang-halangi misalnya digembok, misalnya ada aparat partai menghalang-halangi bisa dikenakan pasal 21 obstruction of justice, Menghalang halangi penyidikan," kata Supardji di daerah Menteng, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

Supardji mengingatkan, penyegelan, penggeledahan dan penyitaan penting dilakukan dalam proses hukum. Ia mengatakan, penegak hukum perlu mencari bukti untuk membuat terang perkara.

Jika tidak disegel dan digeledah, ia khawatir bukti yang diperlukan hilang. Ia mencontohkan penghilangan barang bukti juga punya konsekuensi hukum seperti kasus Joko Driyono dalam skandal pengaturan skor PSSI beberapa waktu lalu.

Supardji mengatakan, KPK sudah menerapkan dalam kasus advokat Fredrich Yunadi.

Mantan penasihat hukum eks Ketua DPR Setya Novanto itu masuk bui gara-gara merekayasa kesehatanNovanto dan menghalangi proses penyidikan KPK.

Lantaran itu, KPK harus bertanggung jawab dalam ketidakmampuan lembaga antirasuah memroses isu penyegelan di kantor PDIP.

"KPK harus mempertanggungjawabkan mengapa itu terjadi dan kalau bukan kesalahan kpk, kalau kesalahan internal partai itu maka bisa dikenakan pasal 21tadi obstruction of justice menghalang halangi penyelidikan," imbuh Supardji.

Supardji menambahkan, penerapan pasal 21 bisa saja tidak kepada orang, tetapi juga ke level partai.

Penerapan ke partai perlu melihat apakah ada perintah secara kelembagaan atau tidak.

Oleh karena itu, Supardji menyarankan agar KPK mendalami sebagai suatu kejadian berbeda.

"Harus masuk, karena faktanya dia di halang-halangi dan itu menyebabkan yang bersangkutan tidak mampu mengumpulkan alat bukti dan bisa jadi udah terjadi perubahan-perubahan alat bukti di situ," jelasnya.

[MGID]

Komisi Pemberantasan Korupsi sebelumnya dikabarkan gagal menyegel kantor DPP PDI Perjuangan saat melancarkan operasi tangkap tangan yang menjerat eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

[ADNOW]

Petugas yang dikabarkan memiliki surat tugas tidak bisa menyegel maupun menggeledah kantor DPP PDIP.


Editor : ZN

SHARE:
beritaTerkait
Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat
Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif
Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil
Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi
komentar
beritaTerbaru