• Home
  • Hukrim
  • Pilu!!! Dituduh Curi Rokok, Anak Berumur 13 Tahun Dipukuli dan Diberi Air Cabai

Pilu!!! Dituduh Curi Rokok, Anak Berumur 13 Tahun Dipukuli dan Diberi Air Cabai hingga Tewas

admin Rabu, 20 Maret 2019 12:25 WIB


Pesisirnews.com - Kekerasan terhadap anak kembali terulang. Kali ini menimpa seorang anak berumur 13 tahun di Lampung Timur.

Kejadian ini pertama kali diketahui lewat unggahan akun Facebook Yuni Rusmini.

Dikutip TribunPalu.com dari kanal YouTube Lampung TV, menurut rekan keluarga korban, Iskandar, anak tersebut dikeroyok oleh sejumlah orang dewasa lantaran diduga mencuri rokok di sebuah warung, di Dusun Rempelas, Desa Sumur Bandung, kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Sabtu (16/3/2019).

"Pemicunya awalnya karena ini kemarin disangka mencuri di warung rokok, dua bungkus," ungkap Iskandar seperti dikutip dari Tribunpalu.com

Bocah yang diketahui berinisial RA tersebut terpergok berada di sebuah warung milik warga bersama kedau rekannya, IF dan AL. Saat itu anak pemilik warung melihat ketiga bocah itu lalu berteriak 'maling'.

Mendengar teriakan tersebut sontak mereka langsung melarikan diri. IF dan AL pergi menggunakan sepeda motor.

Sedangkan RA berlari menuju ke kebun jagung namun terlambat karena massa sudah berkumpul untuk menghadangnya.

"Setelah kejadian itu dia lari masuk kekebun jagung."

"Setelah itu massanya kumpul langsung memblokade anak itu, yang dua kawannya lari naik motor," ujar Iskandar.

Sejumlah warga melakukan tindakan kasar kepada RA, seperti memukul hingga memberikan air cabai.

"Diyakini warga setempat ada yang mukul ada yang nendang, ada yang duduki sampai dikasih air cabai," tambahnya.

Akibat kekerasan yang dialami korban, tubuh RA mengalami luka serius seperti patah tangan, patah rahang, muka lebam, hingga dadanya amblas.

Bahkan menurut kerabat keluarga korban, kepala bagian belakang harus dijahit karena pecah.

Melihat kejadian tersebut, pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Lampung Timur, Dian Ansori memberikan tanggapapannya.

Menurutnya, pihaknya akan memberikan perlindungan terhadap keluarga korban dan akan mengawal proses hukumnya.

"Kami atas nama pemerintah mencoba untuk melakukan pendampingan dan perlindungan terhadap keluarga korban."

"Kita akan mengawal proses hukumnya agar siapapun pelakunya, apapun masalahnya harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku," ungkap Dian Ansori.

Sebelumnya di Jawa Timur juga pernah mengalami pengeroyokan terhadap bocah berumur 14 tahun

Bocah yang diketahui bernama AL (14) warga Desa Telo, Kecamatan Grabakan, Kabupaten Tuban tersebut dikeroyok oleh lima orang.

Kelima pealku pengeroyokan diduga masih berumur di abwah 15 tahun.

Motif pengeroyokan diduga lantaran dendam terhadap pelaku karena tidak mengembalikan baju yang dipinjamnya.

Setelah dikeroyok korban sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik namun akhirnya meninggal.(dan).


Loading...
Tags polisi

Berita Terkait

Komentar

Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments