Hukrim

Pria Ht(35) Menyukai Sesama Jenis, Lecehkan Lalu Penggal Kepala Bocah SD

pesisirnews.com pesisirnews.com
Pria Ht(35) Menyukai Sesama Jenis, Lecehkan Lalu Penggal Kepala Bocah SD

PALANGKA RAYA-Gerak cepat Polres Katingan akhirnya meringkus pelaku pembunuhan terhadap seorang anak SD di desa Tumbang Mahup, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, beberapa waktu lalu.


BACA JUGA :Rapat-Koordinasi-Lintas-Sektoral-Operasi-Lilin-Lodaya-2019

Dilansir Kumparan Pelaku berinisial A (35) dan merupakan warga setempat membunuh korban HT(12) dengan cara memenggal kepalanya hingga terpisah dari tubuh korban. Kepala korban dikuburkan jauh dari TKP pembunuhan.


BACA JUGA :Pengabdian-Tanpa-Batas--Satgas-Pamtas-RI-RDTL-Yonif-132-BS--Bersama-Masyarakat-Bangun-Saluran-Irigasi-di-Desa-Netamnanu--


Dalam rilisnya, Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan pelaku memiliki kelainan seksual yang menyukai sesama jenis dan anak kecil.

"Pelaku sudah diamankan, kini pelaku sedang ditangani oleh Polres Katingan untuk mengumpulkan barang bukti. Perlu kita tegaskan, kasus ini merupakan kriminal murni, dan tidak ada kaitannya dengan kayau," kata Hendra kepada wartawan, Senin (9/12).

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik kata Hendra, pelaku diduga sempat melakukan tindak asusila terhadap korban. "Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter forensik, bisa kita duga seperti itu," ucap Hendra.

Sebelum mengerucut kepada pelaku, Polisi yang melakukan penyedikan di TKP sempat memeriksa sejumlah saksi lainnya. Dari hasil autopsi itulah diketahui siapa pelakunya. Lantaran pelaku diketahui mengidap kelainan seksual.

"Dari hasil autopsi itulah maka klop bahwa pelakunya yang bersangkutan. Karena pelaku diketahui kelainan seksual. Pelaku mengakui perbuatan itu dan diamankan tanpa ada perlawanan," jelas Hendra.

Sementara itu, dari Spesialis Forensik RSUD Doris Sylvanus, Ricka Brillianty Zaluchu, mengatakan pada dubur korban terdapat luka robek memanjang ke arah depan kurang lebih 7-8 sentimeter akibat benda tumpul lunak. Sedangkan pada lambung masih terdapat sisa makanan yang belum tercerna.

"Jarak waktu makan, sampai meninggal kurang dari 4 jam. Jenis luka pada leher diakibatkan benda tajam dengan sayatan kurang lebih 3 kali sayatan hingga leher putus. Analisa medis korban masih dalam keadaan hidup saat digorok," kata Ricka saat dikonfirmasi.

[MGID]

Berdasarkan informasi yang dihimpun, petugas kepolisian sedang menuju ke lokasi penguburan kepala korban yang letaknya beberapa jam dari TKP pembunuhan.

Penulis: Haikal

loading...