Hukrim

Kemenkop UKM Temukan 52 Koperasi Terindikasi Kuat Jalankan Praktik Pinjol Ilegal

Anjar Anjar
Kemenkop UKM Temukan 52 Koperasi Terindikasi Kuat Jalankan Praktik Pinjol Ilegal

Ilustrasi: Pinjaman Online (Pinjol) ilegal. (Gambar via Motorplus)

JAKARTA, Pesisirnews.com - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menemukan sebanyak 52 koperasi terindikasi kuat melakukan pelanggaran, yakni menjalankan praktik pinjaman online (pinjol) secara ilegal.

“Ini menjadi indikasi kuat bahwa terjadi pelanggaran. Bagaimana mungkin sebuah kantor di dalamnya terdapat 16 koperasi yang melakukan kegiatan yang sama, yaitu simpan pinjam. Karenanya ini adalah suatu praktek ilegal,” kata Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi di Jakarta, Kamis (18/11/2021), dikutip dari iNews.id.

Dia bersama tim pada Selasa (16/11/2021) berkunjung ke salah satu notaris yang dalam kurun waktu 1 tahun telah menerbitkan lebih dari 52 badan hukum koperasi.

Kedok yang digunakan usaha itu adalah koperasi simpan pinjam dan sebagian besar terindikasi dalam praktek pinjaman ilegal.

“Kita mendorong proses ini agar dapat diproses sesuai ketentuan dan aturan undang-undang dan hukum yang berlaku. Saya kira praktik pinjaman ilegal tidak bisa kita toleransi karena ini merugikan dan meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Pengawas Pinjol Kemenkop UKM, kata dia, akan mengambil tindakan secara tegas dan menegakkan aturan seadil-adilnya bagi yang berbadan hukum koperasi maupun nonkoperasi tapi melakukan praktik pinjaman ilegal.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar