Hukrim

Komnas HAM: Putri Chandrawati dapat Menjadi Titik Tumpu Pengungkapan Kasus Brigadir Joshua

Anjar Anjar
Komnas HAM: Putri Chandrawati dapat Menjadi Titik Tumpu Pengungkapan Kasus Brigadir Joshua

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Komnas HAM,di Jakarta Pusat pada Senin (25/7/2022) lalu.

JAKARTA (Pesisirnews.com) - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut istri Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawati, dapat menjadi titik tumpu pengungkapan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir Joshua di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Sebab saat kejadian, kata Taufan, ajudan Sambo, yakni Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dan Bripka Ricky, tidak menyaksikan insiden itu.

"Seluruh peristiwa ini titik krusialnya, tumpunya ada di Bu Putri (yang bisa) menjawab apakah (ada) tembak-menembak, siapa yang melakukannya, pelecehan seksual ini benar ada atau tidak. Saya kira itu," tutur Taufan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Taufan menuturkan, saat ini Komnas HAM belum bisa bertemu Putri, lantaran upaya asesmen psikologis yang dilakukan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga tak kunjung dilakukan, karena Putri tak pernah datang dengan alasan masih trauma berat.

Oleh karena itu pihaknya masih harus menunggu kondisi psikologis Putri membaik.

"Dugaan pelecehan seksual yang ada siapa? Hanya Ibu Putri yang bisa memberikan keterangan, itupun kita belum ketemu dia. Karena masa psikologis dengan LPSK juga belum menyelesaikan prosedurnya," tuturnya.

Karena kondisi psikologis yang dialami Putri sehingga belum dapat digali keterangannya, maka menurut Taufan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah kasus pelecehan seksual itu benar-benar terjadi atau tidak.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar