Hukrim

Konflik Lahan di Kampar, Setara Institute Laporkan PTPN V ke Bareskrim Polri dan KPK

Anjar Anjar
Konflik Lahan di Kampar, Setara Institute Laporkan PTPN V ke Bareskrim Polri dan KPK

Ketua Setara Institute Hendardi (tengah) bersama Disna Riantina (kir), dan Erik Sepria (Koordinator dan Pengacara Publik Keadilan Agararia-Institute). (Dok. Setara Institute)

Pesisirnews.com - Upaya 997 petani plasma di Kampar, Riau, khususnya yang terhimpun dalam Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M) dan Tim Advokasi Keadilan Agraria-SETARA Institute, memperjuangkan haknya meminta pertanggung jawaban PTPN V dalam pembangunan kebun masih menemui jalan buntu.

Dilaporkan Tim Advokasi Keadilan Agraria-SETARA Institute, akibat beralihnya kepemilikan lahan petani, telah meningkatkan ancaman kepada para pengurus Kopsa M, pekerja kebun dan petani.

Para petani dan Tim Advokasi Keadilan Agraria-SETARA Institute kemudian membuat laporan atas dugaan penyerobotan tanah petani kepada Satgas Mafia Tanah Bareskrim Polri dan laporan dugaan tindak pidana korupsi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan atas dugaan penyerobotan tanah kepada Satgas Mafia Tanah ke Bareskrim Polri dan laporan dugaan tindak pidana korupsi kepada KPK diharapkan menjadi pembuka kotak pandora tentang tata kelola PTPN V yang sebelumnya tidak pernah terusik.

Atas laporan tersebut, Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan awal terhadap 37 saksi pada 30 Agustus-3 September 2021.

SETARA Institute mengapresiasi langkah Polri yang cepat merespons pelaporan petani.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar