Hukrim

Oknum Polisi Todongkan Pistol dan Aniaya Pengantar Jenazah di Lamongan, Polri Segera Ambil Tindakan

Anjar Anjar
Oknum Polisi Todongkan Pistol dan Aniaya Pengantar Jenazah di Lamongan, Polri Segera Ambil Tindakan

Rombongan Kapolres Lamongan saat meminta maaf ke rumah keluarga korban. (Foto via iNews/istimewa)

LAMONGAN, Pesisirnews.com - Kasus penganiayaan polisi terhadap keluarga pengantar jenazah di Lamongan menyisakan trauma berat bagi keluarga korban. Mereka pun tidak terima dengan perlakuan brutal oknum polisi, mengingat mereka tidak bersalah.

Dilansir dari iNews.id, Kamis (13/1/2022), salah seorang keluarga korban Satriya Galih Wismawan ingat betul bagaimana ayah mertuanya diseret dari mobil lalu dipukuli tanpa ampun, hingga kemudian dibawa ke kantor Polsek Babat.

Padahal, mereka dalam suasana berduka, membawa jenazah dari rumah sakit.

"Saat itu kita mau pulang ke Bojonegoro. Membawa pulang jenazah dari Surabaya menuju Bojonegoro lewat Lamongan. Kami beriringan, ada mobil ambulans dan mobil pribadi yang berisi bapak mertua beliau bapak dari jenazah," katanya, Kamis (13/1/2022).

Saat di kawasan pertigaan Babat, Lamongan itu lah insiden penganiayaan terjadi. Ketika itu tiba-tiba rombongannya dihadang oleh sebuah mobil yang berisi sejumlah orang berpakaian preman. Mobil yang mengadang itu, membuat mobil rombongannya terhenti.

"Saya berada di dalam mobil ambulans. Saat itu awalnya saya tidak tahu ada apa. Tiba-tiba saat mobil diberhentikan, ada mobil menghadang di depan mobil dan ada mobil patroli (polisi) di sebelah kiri," tuturnya.

Dari arah sisi kanan mobil sang mertua muncul seseorang berpakaian preman menembakkan senjata api. Sang mertua yang ada di posisi sopir, lalu dipaksa keluar mobil sembari ditodong senjata api.

Dia lantas dimasukkan ke dalam mobil patroli polisi. Sedangkan mobil pribadi yang awalnya dikendarai sang mertua, dibawa oleh dua polisi berpakaian preman ke polsek.

Sedangkan mobil ambulans yang membawa jenazah juga turut dibawa ke polsek. Setibanya di polsek, beberapa polisi sempat mengecek keranda di dalam mobil jenazah.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar