Ramalan Baba Vanga,Tahun 2019 Banyak Bencana akan Terjadi

Zanoer Minggu, 23 Desember 2018 13:15 WIB

PESISIRNEWS.COM-Baba Vanga merupakan peramal kelahiran Makedonia, 31 Januari 1911, dan telah meninggal di Bulgaria pada 11 Agustus 1996 silam. Sebelum meninggal dunia, perempuan bernama asli Vangeliya Pandeva Dimitrova itu mengaku telah mampu memprediksi masa depan hingga abad ke-51.


Salah satu ramalan Baba Vanga adalah mengenai hal-hal yang akan terjadi pada 2019 mendatang. Dikutip dari Express.co.uk, Sabtu (22/12/2018), Baba Vanga pernah meramalkan akan ada banyak bencana alam pada 2019 mendatang.


Salah satu negara adidaya, Rusia, diprediksi akan didera hantaman meteor pada 2019. Bukan hanya itu, perempuan tunanetra itu juga pernah menyebutkan bahwa pemimpin Rusia, yang saat ini dijabat Vladimir Putin, akan mengalami serangkaian percobaan pembunuhan meski pada akhirnya gagal.


Upaya pembunuhan terhadap Vladimir Putin itu disebut-sebut memang sudah pernah terjadi sebelumnya. Express menyebut Vladimir Putin pernah mengungkapkan bahwa dirinya pernah beberapa kali menjadi target pembunuhan.


Selain itu, Baba Vanga memprediksi perekonomian negara-negara anggota Uni Eropa akan runtuh pada 2019. Meski begitu, Baba Vanga belum pernah menjelaskan sebab runtuhnya perekonomian Uni Eropa.


Bukan hanya itu, peramal yang meninggal dunia akibat kanker payudara itu pernah menyebutkan bahwa presiden Amerika Serikat (AS), yang saat ini dijabat Donald Trump, akan mengalami penyakit misterius pada 2019. Penyakit misterius itu akan membuatnya mengalami gangguan otak dan gangguan pendengaran.seperti di lansir solopos.com.


Namun demikian, prediksi itu belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya meski beberapa ramalan Baba Vanga ada yang terbukti. Baba Vanga terkenal karena ramalannya mengenai Serangan 11 September di AS. Selain itu, peramal tunanetra tersebut dikabarkan pernah meramal bencana tsunami di Samudra Hindia yang berdampak di wilayah Aceh 2004 silam.

Loading...
Editor: Zamri Nurman

Tags MancanegaraPenembakanPengacaraPerbatasan

Berita Terkait

Komentar

Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments