• Home
  • International
  • Wow... Ternyata Ini Fakta Miris Dibalik Murahnya Mainan Buatan China

Wow... Ternyata Ini Fakta Miris Dibalik Murahnya Mainan Buatan China

admin Sabtu, 14 September 2019 15:17 WIB
Pesisirnews.com - Kalian semua pasti tidak heran lagi dong jika banyak toko mainan di Indonesia hampir semua mainan dibuat dari negara China?

Dilansir dari tipstren.com, produk asal China memang banyak ditemukan di negara kita. Namun siapa sangka, dibalik murahnya mainan buatan China ternyata menyimpan fakta miris dibaliknya.

Benar sekali, fakta miris tersebut justru dirasakan banyak oleh para karyawannya sendiri. Seperti apa? Simak nih.

1. Karyawan Tinggal di Asrama Sempit dan Tidak Layak

Dalam rangka menghemat biaya, karyawan pabrik mainan di China sengaja ditempatkan dalam asrama yang ditempati 6 orang dalam satu kamar.

Mereka harus rela tidur dengan kondisi yang sangat berdesakan. Hal tersebut dilakukan demi meminimalisir budget pengeluaran.

2. Biaya Produksi Murah Karena Menekan Gaji Karyawan

Salah satu alasan kenapa harga mainan buatan China sangat murah, karena mereka menekan gaji para pegawainya sehingga biaya produksi jadi murah.

Namun yang sangat disayangkan jam kerja dan gaji tak sesuai didapatkan.

3. Anak Sekolah Menjadi Pekerja Pabrik

Karena ingin mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda, pihak pabrik mainan di China banyak yang mempekerjakan anak-anak yang masih sekolah meskipun melanggar aturan.

Anak-anak sekolah pun mau bekerja di pabrik mainan untuk membantu perekonomian keluarganya.

4. Kurangnya Alat Pengaman

Memproduksi bahan mentah sampai jadi mainan tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan para karyawannya.

Namun karyawan pabrik mainan di China tidak diberi pakaian yang aman sehingga para pekerjanya lebih berisiko terkena kanker.

5. Terdapat Sistem Hukou

Hukou adalah hukum di China yang mengatur kesejahteraan tenaga kerja. Akan tetapi menurut ketentuan sistem Hukou.

Kesejahteraan tenaga kerja, mulai dari kesehatan, akomodasi, pendidikan, dan uang pensiun merupakan tanggung jawab daerah tempat lahir si pekerja, bukan oleh perusahaan.

Sehingga akhirnya banyak pekerja yang ujungnya menjadi semakin terpuruk setelah pensiun bekerja.(***)
Tags MancanegaraUniknasionalviral

Berita Terkait

Komentar

Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments