International

Kalah di Mariupol, Ukraina Mengatakan Akan Membalas Rusia di Tempat Lain


Kalah di Mariupol, Ukraina Mengatakan Akan Membalas Rusia di Tempat Lain

Sebuah gedung apartemen yang terkena serangan rudal Rusia di Kramatorsk, Ukraina. (Foto: Chris McGrath/Getty Images)

KYIV (Pesisirnews.com) - Lebih dari 5,8 juta pengungsi telah melarikan diri dari pertempuran di Ukraina sejak Rusia memulai invasi pada 24 Februari, menurut PBB. Namun sebagian penduduk Ukraina ada yang masih terjebak di tengah gempuran rudal-rudal Rusia seperti di Kota Mariupol.

Dilansir dari latimes.com Minggu ((8/5), Ukraina mengumumkan pada Sabtu bahwa semua wanita, anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua telah dievakuasi dari pabrik baja Azovstal, Mariupol yang merupakan bagian terakhir dari wilayah yang dikuasai Ukraina di kota pelabuhan selatan Mariupol yang hancur.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dalam pidato Sabtu malam kepada bangsanya, mengatakan lebih dari 300 warga sipil diselamatkan dari pabrik baja dalam beberapa hari terakhir dan upaya sedang dilakukan untuk mempersiapkan tahap kedua evakuasi korban yang terluka dan pengiriman petugas medis.

Zelensky mengatakan dia juga bekerja untuk mengevakuasi pasukan Ukraina di pabrik dari ‘pembantaian’ yang dikatakannya sebagai sebuah misi yang "sangat sulit."

Pasukan Ukraina yang terjebak di kompleks pabrik baja Mariupol sejauh ini telah menolak tuntutan Rusia agar menyerah, tetapi para pejabat khawatir bahwa Moskow ingin pabrik baja itu diratakan sebagai hadiah simbolis sebelum perayaan Hari Kemenangan tahunan Rusia pada Senin (9/5).

"Tapi kami tidak kehilangan harapan," kata Zelensky. “Kami tidak berhenti. Setiap hari kami mencari opsi diplomatik yang bisa berhasil.”

Di wilayah Kharkiv, kata Zelensky, sebuah rudal Rusia menghancurkan sebuah museum untuk menghormati Hryhorii Skovoroda, seorang penyair, komposer dan filsuf abad ke-18 dengan kecenderungan Socrates dan Stoic.

Pada hari Sabtu, militer Ukraina mengatakan pasukannya telah berhasil mendorong pasukan Moskow mundur dari beberapa posisi artileri di dekat Kharkiv, kota terbesar kedua di negara itu yang terletak di ujung timur laut zona pertempuran, hanya 25 mil dari perbatasan Rusia, kota ini telah dibombardir tanpa henti sejak awal perang.

Halaman :
Penulis:

Editor: Anjar