International

Motif Politik di Balik Pembunuhan Presiden Haiti oleh Tentara Bayaran dengan Keahlian Pasukan Komando

Anjar Anjar
Motif Politik di Balik Pembunuhan Presiden Haiti oleh Tentara Bayaran dengan Keahlian Pasukan Komando

Christian Emmanuel Sanon (kiri) dan para tersangka pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise. (Sumber: YouTube/AP Photo/Joseph Odelyn)

PORT-AU-PRINCE, Pesisirnews.com - Pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise diduga bermuatan politik. Salah seorang tersangka pembunuhan yang berhasil ditangkap, menuding Moise telah korupsi, dan menuntut pergantian kepemimpinan di Haiti.

Tersangka yang merupakan warga Haiti itu bernama Christian Emmanuel Sanon. Sanon diduga telah bekerja sama dengan para tersangka lainnya.

Baca juga: Tragis! Presiden Haiti Jovenel Moise Dibunuh di Rumahnya, Simak Ulasannya

Saat menggeledah kediaman Sanon di Haiti, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Barang-barang itu antara lain sebuah topi berlogo penegak hukum narkoba AS (DEA), 20 kotak peluru, bagian-bagian senjata api, 4 plat nomer mobil dari Republik Dominika, 2 mobil dan sejumlah surat.

Sanon diketahui terbang ke Haiti menggunakan sebuah pesawat jet pribadi ditemani beberapa tersangka lainnya.

“Ini adalah individu yang memasuki Haiti dengan pesawat pribadi dengan tujuan politik," tutur kepala kepolisian Haiti Leon Charles dalam konferensi pers pada Minggu (11/7/2021).

Melansir Associated Press pada Senin (12/7/2021), Sanon sempat tinggal di Broward County di Florida dan di Hillsborough County di Pantai Teluk, Amerika Serikat (AS). Ia juga tercatat pernah tinggal di Kansas, Missouri. Ia mengajukan kebangkrutan pada tahun 2013 dan menyebut dirinya seorang doktor dalam unggahan video di YouTube bertitel “Kepemimpinan untuk Haiti”.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar

mgid.com, 340009, DIRECT, d4c29acad76ce94f
loading...
loading...