Islam

Dakwah Sejuk Habib Ahmad Jindan: Orang Saleh Itu Mendamaikan, Bukan Provokasi

Anjar Anjar
Dakwah Sejuk Habib Ahmad Jindan: Orang Saleh Itu Mendamaikan, Bukan Provokasi

Habib Ahmad Jindan. (Foto via suaraislam.co)

Pesisirnews.com - Beberapa waktu lalu, Habib Ahmad Jindan dalam khutbahnya menyampaikan bagaimana sikap orang saleh ketika melihat kaum muslimin sedang bersengketa terhadap sebuah persoalan.

Melalui khutbahnya yang dikutip dari Suara Islam, Habib Ahmad Jindan menyampaikan bahwa orang saleh akan menyikapi perselisihan diantara sesama kaum muslimin dengan sikap yang mendamaikan, bukan provokasi.

Berikut petikan khutbah Habib Ahmad Jindan yang dapat dijadikan teladan bagi kaum muslimin tentang bagaimana sikap orang saleh ketika terjadi perselisihan diantara sesama kaum muslimin:

Sikapnya orang-orang Muslim, orang-orang saleh, orang-orang betakwa, kaum arifin adalah; “Ishlah dzatal bain watta’amim ‘an ‘uyubinnas wasatriha”. Akhlaknya mereka itu suka mendamaikan antara kaum Muslimin satu sama lain.

Itu kerjaan mereka orang-orang saleh sebelum kita, tidak ada yang lain; mendamaikan orang yang berselisih, bukan memprovokasi! Bikin ribut dan rusuh, bukan itu. Tidak peduli siapapun yang ada di hadapannya, mau penguasa, pemimpin, pejabat, orang tukang maksiat, Muslim ataupun kafir, tugasnya kaum shalihin dari dulu hingga sekarang itu mendamaikan setiap pihak.

Saya mau bertanya, terlepas dari ini semua, kita ini enaknya hidup damai atau hidup ribut!? (Hanya) orang gila yang lebih memilih hidup ribut dan rusuh dibanding hidup damai. Agama apa itu yang mengajak orang hidup ribut dibanding hidup damai?

Agama yang macam bagaimana? Wallahi, hanya orang yang tidak punya akal yang menganut agama macam begini. Agama aneh yang lebih memilih keributan dan kerusuhan dibanding kedamaian. Dari mana itu? heran kita.

Kita kalau lihat orang-orang tua kita dari dulu sampai sekarang, al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi kalau kita baca sejarah hidupnya, al-Habib Ahmad bin Hasan Alattas kalau kita baca sejarah hidupnya, al-Habib Abdullah bin Husain bin Thahir kalau kita baca sejarah hidupnya. Siapa lagi yang mau kita sebutkan? Lima puluh (50) dari orang-orang pemimpin para wali di setiap jaman, mau 100 atau 200 dari kaum Alawiyyin saya bisa sebutin satu persatu, tidak ada seorangpun dari mereka melainkan kesibukan mereka mendamaikan tiap orang/pihak yang berselisih.

Makanya kalau di Hadhramaut itu ada yang namanya ‘Munshib’, pemimpin/kepala suku dari suatu qabilah dari kaum Alawiyyin. Ada munshib Alattas (pemimpin dari keluarga Alattas), pemimpin keluarga Bin Syaikh Abubakar, pemimpin keluarga al-Habsyi.

Tahu tidak tugas mereka itu apa? Mereka sebagai pemimpin dari keluarga besar tersebut, mereka dengan keluarga besarnya itu mendamaikan ummat, mendamaikan penguasa, mendamaikan para pejabat, tidak memihak kepada siapapun, mereka hanya mendamaikan.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar

loading...