Islam

Jaga Kesyahduan Ramadhan, Ketua DMI Minta Pengeras Suara Masjid Diatur Sesuai Peruntukan


Jaga Kesyahduan Ramadhan, Ketua DMI Minta Pengeras Suara Masjid Diatur Sesuai Peruntukan

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla. (Dok. Pribadi/Antara)

JAKARTA (Pesisirnews.com) - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menjelaskan bulan suci Ramadhan selalu diwarnai dengan antusiasme umat Islam dalam melaksanakan ibadah. Hal itu, kata dia, menjadikan suasana masjid lebih ramai dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Untuk menjaga kesyahduan bulan suci Ramadhan, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 ini meminta takmir masjid untuk mengatur penggunaan pengeras suara agar sesuai dengan peruntukan.

"Dewan Masjid Indonesia menyambut baik antusiasme masyarakat dalam memakmurkan masjid pada bulan suci Ramadhan ini. Untuk itu, agar pelaksanaan ibadah tetap berlangsung khusyuk dan syahdu, kami meminta para pengurus masjid agar mengatur penggunaan pengeras suara sesuai peruntukan," kata Jusuf Kalla dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Jusuf Kalla yang akrab dipanggil JK ini mencontohkan pengeras suara luar hanya untuk adzan dan iqamat. Adapun tartil Alquran, DMI meminta agar pengurus masjid mengatur durasi antara 5-10 menit sebelum adzan.

"Pengeras suara luar hanya untuk adzan, iqamat, dengan volume suara terukur tidak saling melampaui antara satu masjid dengan masjid lainnya. Hal tersebut untuk menjaga kesyahduan terutama di dalam suasana bulan suci Ramadhan," katanya.

Dia menambahkan DMI meminta agar kegiatan zikir, doa para imam shalat, tahlil, puji-pujian barzanji, nasyid, lagu-lagu religi, dan sejenisnya untuk tidak menggunakan pengeras suara luar, termasuk juga untuk kuliah tujuh menit (kultum).

"Namun, apabila menghendaki penggunaan pengeras suara, hendaknya menggunakan pengeras suara dalam saja," katanya.

(PNC/ANT)

Penulis:

Editor: Anjar