Kesehatan

Usai Uji Coba Vaksin Korona pada Manusia, Israel Bertekat jadi Negara Pertama Bebas Covid-19

Anjar Anjar
Usai Uji Coba Vaksin Korona pada Manusia, Israel Bertekat jadi Negara Pertama Bebas Covid-19

Segev Harel menjadi orang pertama yang menerima vaksin virus korona baru Israel, yang di uji coba kepada manusia. (Kredit foto: Kantor Kementerian Pertahanan Israel)

loading...

YERUSALEM, Pesisirnews.com - Dua warga Israel diinokulasi pada Minggu (1/11/2020) pagi dengan dosis pertama kandidat vaksin virus korona Israel di Sheba Medical Center di Tel Hashomer dan Hadassah-University Medical Center di Ein Kerem Yerusalem.

Relawan pertama adalah Anar Ottolenghi (34), penduduk Moshav Telalim di Selatan, yang divaksinasi di Hadassah, dan Segev Harel (26), dari Kfar Yona, timur Netanya, yang divaksinasi di Sheba.

Segev Harel menjadi orang pertama yang menerima vaksin virus korona baru IIBR saat uji coba pada manusia sedang berlangsung di Sheba Medical Center, 1 November 2020

"Saya merasa baik, bersemangat," kata Ottolenghi, seorang mahasiswa doktoral imunologi di Universitas Ben-Gurion di Negev, tak lama setelah dia diinokulasi.

“Saya ingin mendorong sebanyak mungkin orang untuk bergabung dalam eksperimen dan membantu seluruh publik,” ungkapnya.

Vaksin Israel, yang dikenal sebagai "Brilife," dikembangkan oleh Institut Penelitian Biologi Israel.Awal Minggu ini menandai dimulainya percobaan manusia Tahap I.

"Jalan keluar sebenarnya dari krisis virus korona adalah dalam pengembangan vaksin," kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tak lama setelah bertemu dengan Harel.

“Oleh karena itu, ini adalah hari yang sangat penting, hari yang memberikan dorongan semangat. Kami berharap sukses selama tahap ini dan tahap akhir.Dengan bantuan Tuhan, kami akan membuat vaksin di sini, di Israel.Ini adalah hal yang sangat besar,” ujar Netanyahu.

Selanjutnya Netanyahu menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan Israel juga bekerja sama dengan perusahaan farmasi besar untuk membawa vaksin ke Israel.

Negara itu telah menandatangani kontrak dengan pembuat vaksin Amerika Arcturus dan Moderna.Pekan lalu, terungkap bahwa Mossad membawa vaksin virus korona Cina ke Israel dalam beberapa pekan terakhir untuk dipelajari darinya.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar