• Home
  • Nasional
  • Menko Polhukam Mahfud MD: Meminta Aparat Keamanan Mengusir Kapal-kapal China yan
  • Home
  • NASIONAL
  • Menko Polhukam Mahfud MD: Meminta Aparat Keamanan Mengusir Kapal-kapal China yan

Soal Laut Natuna,

Menko Polhukam Mahfud MD: Meminta Aparat Keamanan Mengusir Kapal-kapal China yang Melanggar Batas Wilayah Kedaulatan Indonesia

Haikal Senin, 06 Januari 2020 00:26 WIB

Menko Polhukam Mahfud MD

  • JAKARTA,PESISIRNEWS.COM Hal tekait dengan klaim Negara China atas perairan Natuna Menko Polhukam Mahfud MD memastikan, Pemerintah Indonesia tidak akan bernegosiasi dengan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

  • BACA JUGA :Video-Gerombolan-Denny-Siregar-Isinya-Menyerang--Anis-Baswedan

  • Dilansir daripojoksatu Ditegaskan Mahfud usai menghadiri Peringatan Dies Natalis Ke-57 Universitas Brawijaya di Kota Malang, Jawa Timur.
  • Mahfud menyampaikan, berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, perairan Natuna adalah milik Indonesia.
  • BACA JUGA :Mobil-BMW-Terparkir-4-Tahun-di-Bandara-I-Gusti-Ngurah-Rai-Punya-Siapa-
  • Karena itu, tidak ada apapun yang bisa menjadi alasan melakukan negosiasi bilateral.
  • "Prinsipnya begini, Indonesia tidak akan melakukan negosiasi dengan Tiongkok," tegasnya.
  • Menurutnya, negosiasi dilakukan bila ada masalah bilateral dan ada konflik soal Natuna.
  • Selama ini, China juga tidak memiliki konflik perbatasan dengan Indonesia. Melainkan dengan Vietnam, Malaysia, Brunei, Taiwan, dan Filipina.
  • "Nah, perairan Natuna ini tidak ada konflik," sambungnya.
  • Guru besar ilmu tata negara ini menyatakan, Indonesia harus bersikap tegas terkait Natuna lantaran berkaitan dengan kedaulatan bangsa dan negara
  • Jika dilakukan negosiasi, itu berarti sama saja Indonesia mengakui teori sembilan garis putus-putus yang dibuat negeri Tirai Bambu itu.
  • "(Natuna) Ini tidak ada sengketa, mutlak milik Indonesia secara hukum. Jadi tidak ada negosiasi," ucapnya.
  • Karena itu, Mahfud meminta aparat keamanan mengusir kapal-kapal China yang melanggar batas wilayah kedaulatan Indonesia.
  • "Kita usir dengan segala kemampuan kita. Kita halau kapal-kapal dan nelayan-nelayan," tegasnya lagi.
  • "Kita tidak membentuk tim negosiasi, tidak ada," pungkasnya.
  • Sementara, Pengamat hubungan internasional, Hikmahanto Juwana menilai, Indonesia jangan sampai bersikap lembek terhadap China soal Natuna.
  • "Justru, bila perlu Presiden mengulang kembali bentuk ketegasan Indonesia pada tahun 2016 dengan mengadakan rapat terbatas di kapal perang Indonesia di Natuna Utara," ujarnya.
  • Hikmato juga menyampaikan bahwa masalah Natuna tidak perlu diselesaikan melalui perundingan.
  • loading...
  • "Mengingat Tiongkok tidak mengakui ZEE Natuna Utara. Indonesia kan juga tidak mengakui klaim Traditional Fishing Right Tiongkok," tuturnya.
  • Yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah meningkatkan patroli di Natuna Utara dan penegakan hukum jika ada nelayan asing, termasuk China, melakukan penangkapan ikan ilegal.
  • Peningkatan patroli itu juga bertujuan agar nelayan-nelayan Indonesia tidak mendapat gangguan dari kapal-kapal Coast Guard Tiongkok.
  • "Tapi perlu dipahami, Indonesia tidak dalam situasi akan berperang karena adanya pelanggaran yang dilakukan Coast Guard Tiongkok," ungkap guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia tersebut.
  • Loading...
Tags

Berita Terkait

Komentar

Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments