Nasional

Kapolri Terbitkan Telegram Berisi 11 Poin Larangan Media Siarkan Arogansi dan Kekerasan Aparat

Anjar Anjar
Kapolri Terbitkan Telegram Berisi 11 Poin Larangan Media Siarkan Arogansi dan Kekerasan Aparat

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. (Foto via okezone.com)

JAKARTA, Pesisirnews.com - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram terkait dengan kegiatan peliputan media massa di lingkungan Polri.

Dilansir dari kompas.com, Selasa (6/4/2021), surat telegram ini mengatur soal pelaksanaan peliputan bermuatan kekerasan yang dilakukan polisi/dan atau kejahatan dalam program siaran jurnalistik.

Telegram dengan nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 itu diteken Listyo Sigit pada 5 April 2021, ditujukan kepada pengemban fungsi humas Polri di seluruh kewilayahan.

Ada 11 poin yang diatur dalam telegram itu, salah satunya media dilarang menyiarkan tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan. Karena itu, media diimbau menayangkan kegiatan kepolisian yang tegas, tapi humanis.

Peraturan itu dibuat berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Perkap Nomor 6 Tahun 2017 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Satuan Organisasi pada Tingkat Mabes Polri, dan Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 01/P/KPI/03/2012.

Penjelasan Polri Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono mengatakan, telegram itu dikeluarkan agar kinerja polisi semakin baik.

"Pertimbangannya agar kinerja Polri di kewilayahan semakin baik," kata Rusdi, Selasa (6/4/2021).

Dia menyatakan, pada dasarnya telegram itu ditujukan kepada seluruh kepala bidang humas.

"Telegram itu di tujukan kepada kabid humas. Itu petunjuk dan arahan dari Mabes ke wilayah, hanya untuk internal," ujar dia.

Halaman :
Penulis: Anjar

Editor: Anjar

loading...
loading...