Nasional

2019 PKH Naik,Keluarga Miskin Bisa Dapat Tambahan Rp2,4 Juta

pesisirnews.com pesisirnews.com
2019 PKH Naik,Keluarga Miskin Bisa Dapat Tambahan Rp2,4 Juta

Presiden Joko Widodo (kiri) memberikan foto kepada penerima kartu Program Keluarga Harapan (PKH) saat sosialisasi di Gelanggang Remaja Jakarta Timur, Jakarta, Senin (3/12 - 2018). Presiden menaikkan anggaran bantuan sosial PKH d

JAKARTA,PESISIRNEWS.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan
pemerintah akan memperbesar jumlah bantuan dana tunai kepada masyarakat
miskin dalam Program Keluarga Harapan(PKH)
pada 2019. Pada 2018 dan sebelumnya, nilai bantuan dana tunai melalui
PKH kepada masyarakat miskin sebesar Rp1,8 juta per tahun.

Pada
2019, jumlah bantuan itu dapat meningkat di setiap keluarga sesuai
kriteria yang telah ditetapkan. Misalnya, anggota keluarga penerima PKH
dikategorikan sebagai orang lanjut usia, siswa sekolah (SD, SMP, SMA),
ibu hamil sampai bawah lima tahun (balita).


Presiden
mengatakan nilai bantuan tetap dalam PKH untuk setiap keluarga senilai
Rp550.000 per tahun. Untuk PKH akses atau bantuan PKH untuk warga yang
tinggal di daerah terpencil, nilainya mencapai Rp1 juta per tahun.

"Tapi
ada bantuan komponen. Misalnya, di keluarga ada ibu hamil atau balita.
Ini penting sekali urusan ini. Ini ada tambahannya Rp2,4 juta. Gede
banget," kata Presiden, Kamis (13/12/2018).

Pernyataan itu
disampaikan oleh Presiden di depan para pendamping keluarga penerima
bantuan PKH sebagai bagian dari acara Jambore Sumber Daya PKH Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta.

Apabila
anggota keluarga itu terdapat siswa sekolah maka keluarga penerima PKH
akan mendapatkan tambahan. Besarnya tambahan untuk siswa SD senilai
Rp900.000, siswa SMP (tambahan Rp1,5 juta), SMA/SMK (Rp2 juta),
penyandang disabilitas berat (Rp2,4 juta), lanjut usia (Rp2,4 juta), ibu
hamil (Rp2,4 juta) dan anak balita (Rp2,4 juta).

Apabila ada
beberapa anggota keluarga yang memenuhi kriteria tersebut, maka keluarga
akan mendapatkan bantuan tunai sesuai kriteria. "Mungkin nanti ada yang
dapat Rp4 juta, Rp5 juta, bisa ada yang dapat Rp6 juta [per tahun],"
kata Presiden yang menyatakan nilai tersebut merupakan nilai yang
relatif besar.

Bantuan tunai ini, ujar Presiden, diharapkan dapat
mempercepat pemberantasan kemiskinan. Pemberantasan kemiskinan, ujar
Presiden, merupakan tanggungjawab bersama. Pemerintah menyiapkan
anggaran Rp34 triliun untuk bantuan ini pada 2019 atau meningkat hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan Rp19 triliun pada 2018.

Penulis: Haikal

Sumber: solopos.com