• Home
  • Olah Raga
  • Diam Diam Orang Terkaya Di Indonesia Mengambil Alih Klub di Italia

Diam Diam Orang Terkaya Di Indonesia Mengambil Alih Klub di Italia

Pesisirnews.com Jumat, 18 Oktober 2019 19:58 WIB

Foto: Michel Bambang Hartono menjadi Atlet tertua di Asian Games 2018 dan menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia (CNBC Indonesia/Fitriyah Said)

Loading...

Dikutip detiknews dan dilansir media corrieredicomo,investor tersebut adalah Sent Entertainment Ltd yang dikendalikan oleh duo pengusaha asal Indonesia yakni Robert Budi Hartono dan Robert Wijaya Suwanto.

Adapun klub yang dicaplok tersebut adalah Como 1907.Pencinta sepsk bola Indonesia mungkin tak banyak yang tahu.itu bisa dimaklumi lantaran como 1907 saat ini berlaga di Ser C,level ke tigadalam strata sepak bola Italia.


Sebelumnya pecinta sepak bolaTanah Air sudah dikejutkan dengan langkahSantini Group yang dimiliki Keluarga Wanandiyang membeli saham klub sepak bola yang berbasis di Birkenhead, Merseyside, Inggris, yakni Tranmere Rovers, yang berlaga di League One, dua tingkat di bawah Premier League atau kasta tertinggi Liga Inggris.


"Como kini berada di tangan asing, orang terkaya Indonesia menjadi pemilik saham mayoritas," demikian tajuk berita Corrieredicomo pada 5 April 2019 lalu, dikutip Detiknews.

Saham Como diambilalih secara mayoritasoleh Sent Entertainment Ltd, perusahaan yang bergerak di bidang media dan hiburan yang bermarkas di Inggris.


Sent Entertainment Ltd dikendalikan oleh duo pengusaha asal Indonesia yakni Robert Wijaya Suwanto dan Robert Budi Hartono. Budi Hartono adalah pemilik perusahaan rokok kretek Djarum dan tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai Rp 461 triliun.

Como dibeli Sent Entertainment Ltd. saat dalam keadaan compang-camping. Manajemen klub sangat bermasalah dan memiliki banyak utang dengan berbagai pihak.

"Kita beli enggak sampai 5 milliar,Istilahnya nebus di pegadaian,"kata Mirwan Suwarno perwakilan Mola TV yang merupakan salah satu usaha milik Djarum,dikutip Detiknews.

Petualangan dan perjuangan Como 1907 akan diangkat ke layar kaca dalam bentuk film dokumenter yang akan tayang di Mola TV dengan judul The American: Como 1907'.

Dalam tayangan singkat film tersebut, kondisi Como pantas dibilang memprihatinkan. Stadion Giuseppe Sinigaglia, yang berkapasitas 13.602 tempat duduk, memiliki kualitas lapangan yang buruk untuk sebuah klub di Italia. Terlihat juga ada bagian atap yang terkelupas catnya.

"1 Juli kemarin enggak punya pemain sama sekali. Aset yang gak keurus kita poles lagi," lanjut Mirwan.

Dia menjelaskan alasan orang Indonesia memilih mengakuisisi Como, sebuah klub yang sempat dinyatakan bangkrut dan terseok di level bawah kompetisi Liga Italia.

"Tujuannya ini untuk rumah pelatihan Tim Garuda Select. Garuda Select enggak punya rumah di Inggris, sekarang mereka punya," terang Mirwan.

Garuda Select merupakan program akselerasi pengembangan usia muda hasil kolaborasi PSSI dengan Grup Djarum. Sudah mengirim dua angkatan, anak-anak yang terpilih dalam program ini dikirim berlatih langsung di Inggris.


Sumber: CNBC Indonesia

Tags Pemkab InhilSelebwanita

Berita Terkait

Komentar

Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments