• Home
  • Pekanbaru
  • Buat Status Facebook Menghina HRS, FPI Antarkan Warga Pandau ke Polda Riau

Buat Status Facebook Menghina HRS, FPI Antarkan Warga Pandau ke Polda Riau

Haikal Selasa, 04 Desember 2018 15:53 WIB
PEKANBARU-Kasus ujaran kebencian terhadap ulama yang disampaikan melalui media sosial facebook kembali terjadi di Riau. Alhasil, pemilik akun harus berurusan dengan kepolisian.

Ketua DPW FPI Riau M. Alhusnie Thamrin R mengatakan, postingan tersebut dinilai sudah sangat keterlaluan. Dimana stetmanetnya dinilai sebagai sebuah penghinaan terhadap ulama, habaib dan umat Islam. "Ini bukan pertama kali dilakukan dia (Jamadi). Jelas ini sudah melanggar hukum, karena sudah melakukan penghinaan terhadap Habib Rizieq Shihab," urainya.


Untuk itu, menurut Husnie, yang bersangkutan harus dilakukan proses hukum. "Umat Islam diminta tidak membiarkan hal ini, karena akan datang penghina agama dan ulama lain dikemudian hari bila tidak diproses hukum," ujarnya.

Dia berharap, semua masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru bisa menjadi pengawal bagi agama dan ulama. Dalam kasus ini, ada dua video langkah FPI yang beredar. Pertama, video penjemputan paksa Jamadi dari rumahnya di kawasan Pandau, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Di mana dalam video tersebut, FPI sempat dihalang-halangi istri Jamadi. Video kedua berlokasi di halaman Mapolda Riau. Berisi penjelasan FPI atas tindakannya menjemput Jamadi dari rumahnya di Pandau dan menyerahkannya kepada Polda Riau untuk penegakan hukum.

Terkait dengan langkah FPI tersebut, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, saat ini polisi tengah melakukan peneriksaan terhadap Jamadi. "Sementara sudah dilakukan pemeriksaan oleh petugas," tuturnya.

Informasi yang diperoleh menyebut, postingan yang disampaikan Jumadi dinilai sebagai penghinaan dan ujaran kebencian dan berbunyi:

"Dajjal munculnya memang dari Arab Dajjal sudah muncul sekarang Dajjal rizieq shihab Takbir....Allahuakbar".(*)
Loading...
Sumber: fokusriau.com

Tags hukumkejadiannasionalperistiwa

Berita Terkait

Komentar

Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments