• Home
  • Peristiwa
  • Bilik Telepon Ini Konon Bisa Digunakan untuk Menelepon Orang Mati

Bilik Telepon Ini Konon Bisa Digunakan untuk Menelepon Orang Mati

Zanoer Selasa, 25 Juni 2019 13:45 WIB
Sebuah bilik telepon yang ada di daerah Otsuka-cho, Perfektur Iwate, Jepang tiba-tiba menjadi populer. Kepopulerannya ini bukan karena dijadikan tempat untuk berfoto-foto melainkan fungsinya yang bisa dibilang cukup menyeramkan. Tetapi meski menyeramkan bilik telepon yang berada di atas bukit ini setiap hari banyak dikunjungi orang-orang dari berbagai daerah.


Lalu, apa yang menjadikan bilik telepon jadul ini populer? Jika bukan untuk berfoto-foto, lalu untuk apa? Menelepon? Rasanya aneh jika orang-orang menggunakan bilik telepon jadul ini untuk menelepon orang lain. Karena setiap orang sekarang pasti sudah memiliki smartphone atau ponsel yang bisa digunakan untuk menelepon dari manapun.

Ternyata yang menjadikan bilik telepon itu populer adalah fungsinya yang benar-benar tidak biasa. Di dalam bilik telepon tersebut terdapat sebuah telepon putar berwarna hitam yang sudah ketinggalan jaman untuk ukuran saat ini. Telepon putar di dalam bilik telepon ini menurut orang-orang yang mengunjungi bilik tersebut bisa digunakan untuk menelepon orang yang telah mati. Nah lho!

Menurut Sasaki, orang yang membangun bilik telepon ini, bilik telepon ini disebutnya sebagai telepon angin karena menurutnya suara dari orang yang menggunakan telepon ini disalurkan melalui angin. Apalagi memang telepon ini tak memiliki jaringan telepon yang artinya telepon ini tak bisa digunakan untuk menelepon secara umum.

Pada awalnya, Sasaki membangun bilik telepon ini pada tahun 2010 ketika ia kehilangan sepupu yang sangat ia sayangi. Untuk menghilangkan kesedihannya, Sasaki membangun bilik telepon ini dan menggunakan telepon ini untuk menghilangkan kesedihannya dengan seolah-olah bercakap-cakap dengan sepupunya. Kemudian pada tahun 2011 ketika terjadi gempa dan tsunami di Jepang, Sasaki membuka bilik telepon ini untuk umum dengan harapan bisa sedikit mengobati kesedihan orang-orang yang ditinggal karena menjadi korban bencana.

Sampai saat ini bilik telepon ini masih banyak digunakan oleh orang-orang untuk bercakap-cakap dengan orang yang sudah meninggal. Misalnya saja seorang cucu yang seolah-olah bercakap-cakap dengan kakeknya, dan lain-lain."Tidak peduli seberapa buruknya kenyataan, harapan itu adalah makna hidup, mereka akan selalu ada," kata Sasaki.

Viva
loading...
Tags PuasaTeknologi
Loading...

Berita Terkait

Komentar

Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments