Senin, 17 Agustus 2026 WIB

Kisah Tiga Anak Harus Nginap Di Rumah Sakit,Nenek,Ibu dan Ayah Diduga Terpapar Virus Corona

Haikal - Minggu, 05 April 2020 18:39 WIB
838 view
Kisah Tiga Anak Harus Nginap Di Rumah Sakit,Nenek,Ibu dan Ayah Diduga Terpapar Virus Corona
alat tes corona. diy13/shutterstock
PESISIRNEWS.COM - Nenek dan ibu harus menjalani isolasi di RS tersebut setelah sang ayah dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena positif corona (Covid-19).Tiga anak di bawah umur ini terpaksa harus tinggal di RSUD Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB).


Dikutip dari merdeka.com, Ayah ketiga anak tersebut dirawat di RSHS pada akhir Maret setelah hasil test Swab menyatakan positif. Sehari kemudian, ibu dan neneknya dirujuk ke RSUD Cililin dari puskesmas setelah mengeluhkan sesak napas.


"Kami merujuknya ke RSUD Cililin. Mereka menjalani rapid test, hasilnya positif. Tapi untuk memastikan virus corona, sudah dilakukan swab test juga kepada ibu dan nenek. Hasilnya masih menunggu," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) KBB, Hernawan saat dihubungi, Minggu (5/4).


Ketiga anak tersebut terpaksa diboyong ke RSUD karena di tempat tinggalnya tidak ada orang dewasa. Tetangga di lingkungannya pun tidak ada yang berkenan mengurus secara langsung.


Pihak rumah sakit sudah melakukan rapid test kepada mereka. Hasilnya, satu anak dinyatakan positif. Sama dengan ibu dan neneknya, dia sudah menjalani SWAB test dan tinggal menunggu hasilnya.

Selama di rumah sakit, ketiga anaknya ditempatkan di ruang kamar isolasi terpisah namun berdekatan dengan sang ibu. Hernawan menjamin bahwa semua protokol keselamatan dan pencegahan virus corona diberlakukan secara ketat. Selama itu, pula kondisi kesehatan keluarga tersebut terus dipantau sambil menunggu hasil SWAB tes keluar.

Saat ini, kondisi kesehatan keluarga tersebut dalam keadaan baik. Sesak napas yang sempat dikeluhkan neneknya pun sudah berangsur pulih.

"Dari awal yang punya keluhan sesak kan neneknya. Sekarang alhamdulillah sudah membaik. Untuk ibu dan anaknya tidak ada keluhan apapun. Kondisinya baik juga," terangnya.

"Untuk APD (Alat Pelindung Diri) untuk tenaga medis memang jumlahnya tidak ideal, tapi cukup lah," ucap dia.

Siapkan Skenario

Hernawan mengaku sudah menyiapkan skenario untuk keluarga tersebut berkaitan dengan status kesehatannya. Jika hasil swab test keluar dan hasilnya negatif, mereka akan dipulangkan.

Pemerintah KBB akan memberikan pendampingan dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar tidak mengucilkan mereka.

"Kami akan berikan pendampingan. Kami juga akan edukasi masyarakat tentang pencengahan, kebersihan dan empati. Agar jangan sampai mereka dikucilkan. Karena ini akan menjadi permasalahan sosial. Kewaspadaan penting, tapi jangan menggeser empati," kata dia.

Namun jika hasil swab tes menyatakan mereka positif virus corona, maka akan mendapatkan rumah sakit rujukan. Jika rumah sakit rujukan penuh, maka untuk sementara penanganan isolasi tetap dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan.

"Kalau positif (hasil swab tes), kami akan bantu mencari (rumah sakit) rujukan. Kalau penuh, isolasi tetap dilakukan sambil kita mencari ada (rumah sakit rujukan) yang kosong," imbuhnya.(***).

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Daftar Hari Libur Keagamaan yang Digeser Pemerintah karena Pandemi Virus Corona
Penting Diketahui: Mengenal Semua Jenis Varian Baru Virus Corona
Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor,Ini Kata Kementerian Kominfo
Kominfo: Aplikasi PeduliLindungi Diunduh 32,8 Juta Orang, Bantu Tracing Penularan Virus Corona
Prof. Nila F. Moeloek: Waspada Virus Corona Varian Delta yang Banyak Menyerang Anak-anak
17 Orang Terjaring Razia Yustisi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Oleh Tim Satgas Covid 19 Inhil,Ini Sanksinya.
komentar
beritaTerbaru